Seleksi Duta Anak dan Duta Genre Sumbawa Barat Akan Segera Dilaksanakan

Sumbawa Barat. PublikOnline – Dalam waktu dekat, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akan menyeleksi 30 orang anak perwakilan dari masing-masing sekolah di KSB untuk menjadi duta anak Sumbawa Barat.

“30 orang anak ini akan kami seleksi secara bertahap, sisanya nanti akan kami ambil tiga saja untuk menjadi duta anak KSB yang akan dikirim ke Provinsi,” ungkap Kepala DPPKBP3A, Suharno, S.Sos, di Taliwang, Rabu (26/2/2020).

Dalam tahap seleksi, anak-anak tersebut akan menjalani bimbingan dari para fasilitator yang sudah disiapkan oleh DPPKBP3A yaitu dari Kepolisian, Badan Narkotika Nasional Kabupaten, lembaga perlindungan anak dan lembaga lainnya yang terkait sebanyak 10 orang fasilitator.

Dalam seleksinya nanti, anak-anak tersebut akan dinilai tentang sejauhmana mereka memahami aturan perlindungan anak, mengetahui hak-hak dasar anak, serta mengetahui budaya lokal KSB.

“Nantinya tiga orang yang terpilih akan kami serahkan ke Provinsi untuk dibina dan akan mengikuti seleksi duta anak tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Jika lolos lagi, maka akan dibawa untuk mengikuti seleksi di tingkat Nasional,” katanya.

KSB cukup bangga dengan prestasi anak-anak ini, pada tahun 2018, seorang orang anak dari KSB menjadi duta anak Provinsi mewakili NTB di kancah Nasional, satu tahun kemudian, KSB juga mengikut sertakan seorang anak ke provinsi dan lolos hingga mewakili NTB di pemilihan duta anak tingkat Nasional.

Selain memilih duta anak, Dinas PPKBP3A juga melakukan seleksi kepada anak-anak untuk mencari duta genrasi berencana (Genre).

Penilaian dari duta Genre ini hampir sama dengan duta anak, mereka harus memahami sejauhmana pemahaman mereka tentang generasi anak yang terhindar dari pernikahan dini, Narkoba dan seks bebas.

Diharapkan dari pemilihan duta anak dan duta Genre ini sekaligus mensosialisasikan dan memberikan pemahaman kepada anak dan orang tua terkait aturan perlindungan anak serta hak-hak dasar anak.

DPPKBP3A juga telah memfasilitasi tempat untuk mengadakan pertumuan atau forum anak yang jumlah pengurusnya sekitar 30 orang. Melalui forum anak inilah anak-anak dapat menyampaikan masalah dan aspirasi mereka kepada pemerintah.

“Usulan-usulan anak-anak ini tetap kita akomodir, misal saja di suatu wilayah situasinya mencekam dan menakutkan atau ada kasus yang ditemukan anak-anak ini, disinilah tempat mereka mengadu, sehingga dicarikan solusinya,” katanya.

DPPKBP3A juga terus mengupayakan terbangunnya fasilitas-fasilitas bermain anak yang tidak hanya menawarkan tempat bermain kekinian, namun juga menawarkan tempat edukasi anak dengan pelayanan dan fasilitas lengkap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *