10 Tahun Bela KSB di Liga Profesional Yoansika Ingin Bawa Anak-Anak KSB Go Nasional.

Sumbawa Barat – Tekad yang kuat dimiliki seorang pesepak bola kelahiran Timur Leste yang telah menjadi warga Lombok, Yoansika Christoforus Siku SPd, dalam karirnya ia berniat membawa sepak bola Sumbawa Barat Go Nasional.

Bukan hanya sebatas niat, di sela-sela padatnya latihan dan pertandingan yang diikutinya sebelum covid-19 melanda Nusa Tenggara Barat, ia menyempatkan dirinya melatih anak usia dini di Academy PETA FC Tanakakan Sumbawa Barat.

Pemain kelahiran Timur Leste 29 Oktober 1987 silam ini adalah pemain yang bertalenta dan mempunyai jam terbang tinggi.

Tak sedikit warga KSB yang mengenal sosok pemain dengan gaya ala Neymar ketika mengolah si kulit bundar di dalam lapangan hijau.

Yoansika yang akrab disapa Yoan ini pernah membela klub PSSB Sumbawa Barat dan bermain di klub liga internal, terhitung ia bermain di KSB kurang lebih selama 10 tahun.

Puncak karirnya saat membela PSSB di kancah divisi tiga dan dua liga Indonesia di bawah pelatih asal Surabaya yang juga mantan pemain Nasional Indonesia, Yusuf Ekodono pada sekitar tahun 2008 – 2009 lalu.

Ia juga pernah bermain untuk klub Linus PS Mataram dan meraih juara 1 rayon Nusa Tenggara Barat.

“Kalau dulu saya ingin bermain di klub Persebaya, motivasi saya sangat tinggi namun nasib belum mengizinkan cita-cita itu,” ceritanya saat diwawancarai melalui tele video conferensi, Rabu (3/6).

Permainannya yang konsisten, meliuk-liuk di tengah hadangan pemain lawan diimbangi dengan stamina yang stabil membuat pemain ini dikontrak oleh PSSB dan dijuluki pemain kidal bertubuh lentur.

Bertahan dan menyerang yang sama-sama kuat, semangat saat di dalam lapangan membuatnya pantas bermain di level lebih tinggi dari pencapaiannya saat di PSSB.

Walaupun ia tidak pernah mencicipi level liga 1 tetapi ia dikenal pemain yang berkarakter dan langka, sulit ditemukan pada pemain lainnya.

Perjalanan karir sepak bola profesional hingga mencicipi liga tarkam di NTB dan NTT sudah bukan rahasia lagi. Bahkan ia pernah bermain melawan pemain timnas Okto Maniani di liga tarkam di Lombok.

Ia juga pernah bermain bersama mantan pemain Bali United Ganggu Budana dan mantan pemain timnas Pante Asep serta pemain nasional Yongki Ari Wibowo di Sembalun Lombok.

Semua itu adalah cerita indah dan pengalaman yang sulit untuk dilupakannya. Kini usia tak lagi produktif untuk seorang pesepak bola profesional walaupun sisa-sisa keinginan dan harapan masih terbuka lebar.

Namun ia menyadarinya bahwa sudah tidak ada waktu lagi untuk mengejar itu. Yang ia inginkan adalah menyalurkan bakat dan talenta serta pengalamannya kepada anak-anak yang akan menjadi generasi penerus sepakbola KSB.

“Usia saya sudah tidak memungkinkan, saya saat ini hanya ingin jadi pemain yang bermanfaat bagi tim saya saat ini seperti menyalurkan bakat pada anak-anak usia dini,” kata pemain yang membela tim raksasa Sumbawa Barat yaitu Peta FC ini.

Ia juga ingin membawa Peta FC bukan hanya bermain di level liga kabupaten tetapi harus bermain di level yang lebih tinggi bahkan di pentas regional dan nasional mewakili NTB.

“Sekarang saya mau fokus dan ingin menjadi pendidik adek-adek di akademi Peta FC dan ingin membawa nama Peta lebih besar lagi,” ungkapnya.

“Ia juga ingin saat ini terus mengembangkan karir kepelatihannya,” tuturnya lagi.

Saat ini Yoan telah mengantongi sertifikat kepelatihan lisensi D Nasional dan pernah melatih klub Bali United Akademi di Lombok.

Yoan adalah sosok pelatih yang disiplin, tegas dan baik hati, Ia juga sempat membawa Bali Akademi lolos pra Kualifikasi DNC Zona NTB.

“Sudah waktunya kita menjadi yang terdepan, membawa sepak bola KSB ini lebih maju,” semangatnya.

Ia mengaku bahwa talenta pemain di KSB sangat banyak namun hanya ego saja yang membuat sepak bola tidak akan maju.

Bahkan jika sukses maka ia akan menciptakan sepakbola sehat yang bebas KKN agar nama KSB sebagai kiblat sepak bola NTB kembali menggaung.

Yoan berharap, ke depannya akan lahir pemain-pemain bertalenta hebat yang semangat dan bertanggung jawab untuk membawa nama KSB di level Nasional.

“Harapan itu mungkin terlalu tinggi, tetapi gak ada yang gak mungkin jika kita berusaha keras dan berdoa dalam mencapainya,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Umum PETA FC Sumbawa Barat, Abdul Majid juga mendukung keinginan keras Yoan untuk membawa PETA FC dan sepakbola KSB ke level lebih tinggi baik sebagai pelatih maupun sebagai pemain senior yang berpengalaman.

“Yoan adalah pemain yang memiliki kemampuan menejerial baik dalam lapangan maupun luar lapangan yang dapat diandalkan,” kata Majid.

Harapannya,
Anak-anak di KSB lebih disiplin dan memiliki jiwa dan rasa memiliki yang tinggi dalam tim.
Sehingga semangat menggebu-gebu akan timbul dengan sendiri nya.

“Semoga askab KSB bisa mawadai saya untuk karier kepelatihan dalam memajukan sepak bola NTB khusus nya KSB,” katanya.

Sebelum mengakhiri wawancaranya, Yoan mengungkapkan sebuah kata inspirasi “Seorang pesepakbola bisa meraih mimpi asal tekun dan disiplin dalam latihan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *