BAZNAS KSB Akan Merehab 30 Rumah Layak Huni

Sumbawa Barat, SIARPOST – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akan merehab 30 rumah layak huni (Mayuni) di dua lokasi di Kecamatan Taliwang dalam waktu dekat ini.

Hal ini diungkap Ketua BAZNAS KSB, H M Jafar Yusuf saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (16/10). Ia mengatakan, saat ini dalam tahap persiapan dan berkoordinasi dengan dinas terkait yang akan membantu rehab rumah tersebut.

“Kami akan merehab 30 rumah, yaitu di Kelurahan Telaga Bertong 15 rumah dan Desa Batu Putih 15 rumah,” ungkap H M Jafar, Jumat.

Baca juga : Tinjau Pemasangan Fiber Optic, Gubernur: Internet di NTB semakin Ngebut

Ia mengatakan, sumber dana untuk rehab rumah ini bersumber dari dana provinsi yaitu per rumah diberikan anggaran sebesar Rp16 juta.

“Tahun lalu kita dapat dana dari provinsi sebesar Rp15 juta dan tahun ini Rp16 juta per rumah,” jelasnya.

Proses rehab rumah nantinya, sambung dia, tim verifikasi desa yang telah di-SK kan oleh BAZNAS akan memberikan rekomendasi kepada BAZNAS rumah mana yang akan direhab.

Kemudia BAZNAS akan mengirim rekomendasi kepada provinsi dan provinsi lah yang akan mengirimkan dana untuk merehab rumah tersebut.

Selain tim verifikasi, ada tim tekhnis yang juga di-SK kan oleh BAZNAS untuk membantu proses rehab rumah hingga selesai.

Baca juga : Berjibaku dengan lumpur, Bhabinkamtibmas Desa Manemeng Bersihkan Saluran Irigasi

BAZNAS Kabupaten juga telah menyiapkan dana pendamping untuk membiayai operasional selama rehab rumah. Demikian juga honor tim verifikasi dan tim tekhnis akan dibayar dari dana pendamping tersebut.

“Kami hanya memfasilitasi dan menyiapkan dana pendamping untuk biaya operasional seperti honor tim yang bekerja selama tiga bulan, biaya administrasi dan lainnya,” ungkapnya.

Dana Rp16 juta ini akan benar-benar direalisasikan untuk merehab rumah. Namun jika ada kelebihan maka akan diberikan kepada yang mempunyai rumah dalam bentuk modal atau barang.

“Tim tekhnis yang akan bekerja merehab rumah ini akan diketuai oleh kepala desa atau lurah, mereka sebagai partnershi bukan pemborong, karena ini dilakukan secara gotong royong,” tutur nya.

Dalam proses rehab rumah ini Baznas akan melibatkan Bappeda, Dinas PU PR, dan Dinas Kesehatan. Namun karena jambanisasi di KSB telah maksimal dilakukan maka rehab rumah difokuskan kepada yang lain selain jamban.

“Kami berharap bantuan rehab rumah ini dapat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, semoga warga dapat menerima dengan baik,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Oi, gak boleh Copas, minta izin dulu