Distanbun KSB Ajak Pemdes Berbagi Anggaran, Swasembada Ayam Petelur Penuhi Permintaan Pasar Lokal

Sumbawa Barat, SIARPOST – Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengajak seluruh pemerintah desa yang ada di tanah pariri lema bariri untuk mempercepat perkembangan peternak ayam telur dengan cara berbagi anggaran dengan pemerintah daerah.

Kepala Distanbun KSB, Suhadi melalui Kepala Bidang Peternakan, Jamilatun menjelaskan bentuk berbagi anggaran dalam mengembangkan peternak ayam petelur dengan cara pemerintah desa dapat mengalokasikan anggaran untuk membangun kandang, sedangkan Distanbun memberikan bantuan bibit ayam beserta pakannya.

Baca juga : Pemain Judi Sabung Ayam di Sumbawa Lari Berhamburan Saat Digerebek, Ayam Aduan Ditinggalkan

“Saat ini kita sudah melakukan kerjasama di dua desa yaitu Desa Rarak Runges dan Mataiyang. Kami juga akan mengajak desa lainnya agar dapat mengalokasikan anggaran untuk membangun kandang,” kata Jamilatun saat diwawancarai di Taliwang, Senin (19/10).

Ia mengungkapkan, bahwa kebutuhan telur di KSB cukup besar. Namun sejauh ini produksi lokal hanya mampu memenuhi kebutuhan sekitar 33 persen dari jumlah penduduk yang ada.

Untuk menutupi kekurangan tersebut sehingga masyarakat KSB masih mendapatkan suplay telur dari luar.

Baca juga : Pjs Bupati Sumbawa Antar Jenazah Sukmawati, TKW Asal Marente

“Hasil produksi lokal peternak ayam petelur masih belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Dari 32 kelompok peternak ayam petelur hasil produksi per harinya mencapai 11.000 butir, belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat jika dilihat dari jumlah jiwa masyarakat KSB mencapai sekitar 114.000 jiwa,” kata Jamilatun.

Melihat kondisi tersebut, pihaknya terus mendorong agar KSB dapat berswasembada telur. Para peternak ayam petelur terus disupport agar bisa berkembang. Selain itu mendorong masyarakat agar berminat beternak ayam petelur.

“Pemerintah daerah akan membantu sesuai dengan kekuatan anggaran yang ada. Saat ini karena kondisi Covid-19 bantuan yang kami sediakan hanya 2.800 ekor termasuk pakannya. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan hasil produksi telur lokal mencapai 47 persen dari jumlah kebutuhan masyarakat per-harinya,” jelas Jamilatun.

Selain itu, pihaknya juga akan memberikan bantuan pakan kepada 32 kelompok peternak yang masih bertahan, bantuan yang diberikan tersebut untuk mengurangi beban mereka mengingat harga pakan di tengah covid-19 kian melambung dan berdampak bagi usaha ayam petelur.

“Kami berharap dengan bantuan yang kami berikan ini, usaha para peternak telur lokal kita terus maju dan berkembang. Bantuan dari kami juga jangan asal diterima, tapi bagaimana bantuan yang telah kami berikan dikembangkan sehingga dapat membantu pemda dalam berswasembada telur dan juga dapat meningkatkan perekonomian para peternak itu sendiri.” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Oi, gak boleh Copas, minta izin dulu