BUMDes Kemuning Bantu Petani Kecamatan Sekongkang Tingkatkan Produksi Gabah

Sekongkang, SIARPOST – Bergulirnya dana desa sejak beberapa tahun lalu diharapkan mampu memberikan peningkatan perekonomian masyarakat desa. Pemerintah desa didorong untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menggali dan mengembangkan potensi desanya sendiri.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk mengelola potensi desa itu sendiri.

BUMDes Kemuning Desa Kemuning Kecamatan Sekongkang Kabupaten Sumbawa Barat menjadi salah satu badan usaha milik desa yang berhasil kembangkan usahanya.

Baca juga : Usai Pam Demo Personel Polres Dompu bersihkan sampah depan kantor DPRD

Badan usaha milik desa itu mengelola gilingan padi, menampung padi dari petani setempat, kemudian memasarkan produknya.

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kemuning ini menjadi BUMDes pertama yang berhasil memproduksi beras kemasan dari pabrik giling padi peninggalan PT, NNT, setelah mendapatkan suntikan dana ratusan juta dari dana desa.

Menurut Ketua BUMDes Kemuning, Fahrizal mengatakan, perjalanan BUMDes di desa tersebut pada awalnya mengalami banyak kendala dan halangan. Namun setelah mendapat kucuran dana dari pemerintah desa setempat Bumdes kemuning perlahan mulai berjalan.

“Untuk sementara ini kami di BUMDes kemuning fokos di Pabrik penggilingan padi, karena selama ini kami pengurus BUMDes merintis usaha tanpa memikirkan gaji,” jelasnya saat ditemui di pabrik penggilingan beras di desa tersebut pada, Rabu, (04/11/2020).

Baca juga : Masyarakat Yakini Jarot-Mokhlis Kembangkan Wisata Pulau Moyo

Ditambahkan Fahrizal, tujuan BumDes yang dipimpinnya ingin membuka lapangan kerja bagi masyarakat dan mengembangkan potensi yang ada di desanya bisa dimaksimalkan agar kesejahteraan masyarakat bisa meningkat.

“Kami berusaha menggali potensi yang ada, di desa kami tidak memiliki lahan persawahan untuk bertani namun melihat dan mendengar keluhan dari para petani yang ada di kecamatan sekongkang lantaran terlalu banyak biaya yang di keluarkan oleh petani untuk menggiling gabah mereka, kami Bumdes kemuning berusaha untuk meringankan keluh kesah dari para petani disini dengan membeli gabah mereka lalu kami produksi di pabrik ini,”Ujarnya.

Fahrizal menambahkan, kapasitas pabrik penggilingan padi milik BUMDes Kemuning dalam perjam saja bisa menggiling gabah hingga 1,2 ton perjam lantaran mesin miliknya terbilang canggih dari mesin penggiling padi biasanya.

Sementara itu Kepala Desa Kemuning Erman Maulana mengatakan bahwa BUMDes Kemuning merupakan usaha desa yang dikelola oleh pemerintah desa guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan potensi desa sesuai dengan kebutuhan masyarakat, atau sebagai salah satu sumber kegiatan ekonomi desa.

Selain itu juga sebagai lembaga sosial yang berpihak kepada kepentingan masyarakat melalui kontribusi dalam penyediaan pelayanan sosial.

“BUMDes yang berdiri sejak dua tahun ini mengawali usahanya dengan mengoptimalkan mesin gilingan padi,” ungkapnya.

Bermodalkan semangat dan antusias yang tinggi dari Pemerintah Desa dan pengurus BUMDes serta didukung oleh segenap warga masyarakat, secara bertahap usaha gilian padi di perkirakan akan terus berkembang dan menghasilkan laba usaha.

Sebagai lembaga komersil yang membuka ruang lebih luas kepada masyarakat desa untuk meningkatkan penghasilan, atau membuka lapangan pekerjaan dan mengurangi pengangguran di desa.

BUMDes Kemuning juga telah berhasil menghasilkan produk sendiri berupa beras kemasan dengan nama “Beras Kemuning” yang telah dipasarkan ke beberapa Perusahaan di daerah tersebut.

“Kita berharap ini akan berkembang terus, pengelolaan ditingkatkan lebih profesional untuk memperluas pasar, ini baru perda kami akan mengirim ke konsumen sebanyak 5 ton dan semoga kedepannya terus lebih maju dan bisa menghasilkan PADes untuk desa kemuning” Pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Oi, gak boleh Copas, minta izin dulu