Notice: Undefined variable: html in /home/u3619531/public_html/wp-content/plugins/share-post-on-whatsapp/share-post-on-whatsapp.php on line 42

Selamatkan Wilayah Adat dan Hutan Adat, Masyarakat Adat Gelar Ritual

Sumbawa, SIARPOST – Bencana alam banjir yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat Nusa Tenggara Barat diakibatkan oleh kerusakan hutan sangat parah yang dilakukan oleh manusia akibat eksploitasi hutan dan keserakahan dalam wilayah adat.

Demi melestarikan dan menjaga kemanfaatan hutan adat, masyarakat setempat melaksanakan ritual adat pada masing-masing masyarakat adat yang ada di dua kabupaten tersebut secara berturut-turut dari tanggal 15 – 17 Desember 2020.

Seperti masyarakat adat Cek Bocek Desa Lawin Kecamatan Ropang yang melakukan ritual adat Pungka Inu. Ritual tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk menjaga keselamatan hutan adat dan ekosistem lainnya yang ada di dalamnya.

Baca juga : Langkah solutif Bhabinkamtibmas Desa Calabai atasi luapan genangan air hujan

Ritual ini juga sebagai sarana untuk memohon kepada alam ciptaan Tuhan yang Maha Kuasa. Karena masyarakat Cek Bocek sangat mempercayai bahwa Tuhan telah menganugerahkan tanaman pohon-pohon yang tumbuh akan diwarisi secara turun temurun.

“Dalam ritual adat Pungka Inu juga dilakukan penanaman pohon produktif seperti kopi, kemiri, Nira, buah-buahan dan tanaman produksi lainnya dengan harapan agar dapat terwarisi untuk generasi mendatang,” ungkap Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Daerah Sumbawa Jasardi Gunawan SIP MH dalam press rilisnya di Sumbawa, Jumat (18/12).

Selain itu, ritual ada Eneng Ujan atau meminta hujan juga dilakukan oleh masyarakat adat Usal Ponto Ai Padeng Desa Mamak Kecamatan Lopok Kabupaten Sumbawa, Rabu (16/12). Ritual ini dilakukan dengan berdoa dan mengucapkan pujian-pujian kepada Tuhan Yang Maha Esa agar segera diturunkan hujan.

Ritual adat ini dilakukan di lahan hutan keramat dalam wilayah adat yang diikuti dengan menziarahi kuburan tua milik leluhur masyarakat adat Ponto Ai Padeng.

Baca juga : Kapolsek Maluk Salurkan Bantuan Sosial Beras Untuk Warga Miskin Terdampak Covid-19

Hal yang sama dilakukan oleh masyarakat adat Rebu Payung Desa Sepayung Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa. Masyarakat tersebut melakukan ritual adat Sadeka Rau. Ritual ini merupakan cara masyarakat untuk meminta kepada Tuhan agar tanaman yang ditanam di ladang mempunyai hasil yang melimpah.

“Dengan ritual ini masyarakat berharap tanaman mereka menghasilkan produk panen sesuai dengan harapan, dalam ritual tersebut masyarakat membuat nasi bambu yang diawali dengan Sarakal atau berdoa memohon ridho pada Tuhan Yang Maha Esa dan membaca kitab Al-Barsanzi.

Menurut Jasadi, bahwa masyarakat ada di Sumbawa mempunyai cara sendiri-sendiri atau kearifan lokal dalam bentuk ritual adat yang beragam dalam mengelola wilayah terutama hutan dan alam tempat mereka melangsungkan hidup.

Masyarakat adat juga rutin melakukan ritual adat untuk menyatukan kelompok atau komunitas dengan alam dan lingkungan agar tetap selaras, serasi dan seimbang serta untuk melindungi wilayah dari gangguan yang dapat merusak keberlangsungan hidup.

Jasadi Gunawan yang akrab disapa Jas mengaku bahwa keberadaan masyarakat adat tidak terlepas dari hak tradisional yang sudah turun temurun dilakukan dan diakui oleh konstitusi negara. Dimana negara mengaku bahwa masyarakat adat berdasarkan nilai-nilai tradisional sepanjang ini terus eksis.

Baca juga : Sambut Hari Juang Kartika, HUT Infanteri dan Tahun Baru 2021 Kodim 1628/SB Karya Bakti Pembersihan Pantai Balad

Namun meski begitu, masyarakat adat bukanlah kelompok yang harus ditakuti atau kelompok penekan kebijakan nwgara, provinsi atau daerah tetapi masyarakat ini menjunjung tinggi rasa hormat-menghormati dan harus diakomodir keberadaannya sebagai bentuk kebhinekaan dan keberagaman yang ada dalam negara RI.

Jas juga menyampaikan bahwa dalam ritual tersebut ketua adat mengundang pengurus AMAN Sumbawa. Hadir juga unsur pemerintah desa dan kecamatan serta tokoh masyarakat dari desa-desa yang mempunyai masyarakat adat.

Kegiatan ritual adat ini rutin dilakukan baik di Kabupaten Sumbawa maupun Sumbawa Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Oi, gak boleh Copas, minta izin dulu