Jangan Pulang Dulu Setelah Suntik Vaksin, Ini Penjelasan dr Carlof Efeknya

Sumbawa Barat, SIARPOST – Program vaksinasi Covid-19 telah dimulai sejak Rabu (13/1). Presiden Joko Widodo adalah orang pertama yang disuntik Vaksin disusul pejabat lainnya dan para artis terkenal seperti Raffi Ahmad dan Ariel Noah mewakil kaum muda.

Namun masyarakat perlu kenali efek pasca vaksinasi ini. Direktur RSUD Asy-Syifa dr Carlof saat dimintai keterangan Jumat (15/1) menjelaskan ada beberapa reaksi tubuh yang wajar menurut petunjuk teknis vaksinasi covid-19.

Reaksi lokal seperti nyeri, kemerahan, dan bengkak di titik suntikan, namun hal itu dapat diatasi dengan kompres dingin dan minum paracetamol.

Baca juga : Hadiri Seminar Anti Narkoba, Kasat Narkoba Polres Dompu Harap Masyarakat Ikut Membantu Berantas Pengedar

Selain itu reaksi sistemik berupa demam, nyeri otot dan sendi, badan lemah, dan sakit kepala kemungkinan dirasakan tetapi dapat berbeda efek antara satu orang dan lainnya. Efek ini dapat diatasi dengan minum banyak air dan pakai pakaian nyaman, atau kompres mandiri hangat serta minum paracetamol.

Reaksi lainnya berupa alergi urtikaria, oedem, reaksi anafilalsis, dan pingsan, seperti dilansir juga dari Liputan6, Kamis (13/1).

Untuk itu peserta vaksinasi setelah melakukan penyuntikan diminta tidak langsung pulang, Tuggu 30 menit pasca penyuntikan agar melihat reaksi yang terjadi.

Baca juga : Antisipasi Kasus DBD, Bhabinkamtibmas Desa Adu Bergerak Bantu PKM Rasabou

Sementara di Nusa Tenggara Barat (NTB) vaksin telah dilakukan Kamis (14/1). Gubernur NTB Zulkieflimansyah adalah orang pertama yang divaksin, diikuti oleh Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah di ruang rapat utama kantor Gubernur.

Vaksinasi tersebut juga diikuti oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, dan juga dari perwakilan organisasi profesi.

Menjadi orang pertama yang divaksin, Gubernur berharap masyarakat bisa yakin akan keamanan dan kehalalan vaksin. Sehingga, masyarakat diminta untuk tidak terprovokasi oleh isu negatif atau hoax tentang vaksin yang selama ini banyak beredar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Oi, gak boleh Copas, minta izin dulu