Mangkir Dari Panggilan, Saksi Kasus Korupsi Dana PNPM Kecamatan Kediri Dibawa Paksa Tim Kejati NTB

 

MATARAM, SIARPOST | Tim Tabur Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Tim Tabur Kejati Bali berhasil membawa paksa seorang wanita berinisial NWSC (48) yang sedang berada di Kota Mataram, Selasa (9/7/2024).

NWSC adalah saksi kasus perkara dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan dana PNPM Mandiri Pedesaan atau dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat Swadaya Harta Lestari Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan tahun anggaran 2017 hingga 2020.

BACA JUGA : Kasus Sewa Alat Berat PUPR NTB, Ternyata Pengelolaan Sewa Alat Berat Bukan di Ali Fikri

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTB, Enen Saribanon, dalam konferensi pers nya di Kejati NTB, Selasa, mengatakan, NWSC adalah saksi terkait kasus korupsi yang sedang ditangani oleh Kejari Tabanan dan mangkir dari panggilan.

“Terhadap NWSC telah dipanggil sebanyak tiga kali yakni pada tanggal 23 November 2023, 01 Desember 2023 dan 15 Desember 2023. Tetapi yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan tersebut,” Jelasnya pada awak media.

Selanjutnya Penyidik Kejaksaan Negeri Tabanan kembali melakukan pemanggilan secara patut dan sah terhadap yang bersangkutan sebanyak tiga kali yakni tanggal 08 Mei 2024, 15 Mei 2024, dan 22 Mei 2024.

“Pemanggilan tersebut juga tidak diindahkan oleh yang bersangkutan,” jelasnya.

Kemudian Tim Tabur Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Bali guna dilakukan pengamanan dan upaya paksa memanggil yang bersangkutan.

BACA JUGA : Dana Bagi Hasil Ratusan Miliar PT AMNT ke Pemda KSB Cair, Masyarakat Dapat Apa?!

Tim Tabur Kejati Bali kemudian berkoordinasi dengan Kejati NTB terkait keberadaan NWSC. Berdasarkan hasil pemantauan Tim Tabur Kejati NTB, yang bersangkutan sedang berada di Kota Mataram.

Setelah memperoleh informasi keberadaan NWSC, Tim dari Kejati NTB dan Kejati Bali langsung bergerak dan melakukan pengamanan terhadap yang bersangkutan di Kota Mataram.

NWSC kemudian dibawa dan diamankan ke kantor Kejati NTB guna dilakukan pemeriksaan sebagai saksi secara intensif dan selanjutnya diperiksa sebagai tersangka oleh penyidik pidana khusus Kejari Tabanan.

Saat ini yang bersangkutan dititipkan di ruang tahanan Polda NTB selama satu malam dan akan langsung diberangkatkan oleh Tim Tabur Kejati Bali bersama tim penyidik Kejari Tabanan ke Kejati Bali pada Rabu esok. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *