Pelatih Cabor PON NTB Protes KONI Bayar Gaji Atlet Cuma Satu Bulan, Anggaran Sudah Cair Rp15 Miliar

Sejumlah atlet dan pelatih Cabang Olahraga NTB Pelatda untuk PON Aceh protes terkait dengan gaji di Mataram, Selasa (9/7/2024). Foto : Istimewa. 

/Pengurus KONI Ancam Cabor akan dikeluarkan jika tidak setuju dengan gaji hanya satu bulan

MATARAM, SIARPOST | Salah satu pelatih cabang olahraga (Cabor) yang sedang mengikuti Pelatda di Mataram persiapan PON Aceh 2024 memprotes keras perlakuan pengurus KONI NTB yang mencairkan gaji pelatih dan atlet grade B dan C hanya satu bulan saja.

Sementara keberadaan ratusan atlet dan puluhan pelatih dalam Pelatda tersebut sudah sejak tiga bulan yang lalu. Sehingga harusnya KONI mencairkan gaji atlet dan pelatih tiga bulan.

Masalah lainnya adalah, ketidak meratanya pembagian gaji yang dilakukan KONI NTB antara atlet grade A, B dan C. Dimana atlet dan pelatih grade A diberikan gaji lebih tinggi dan dicairkan selama tiga bulan.

“Semua atlet ini sama, mau grade A, B atau C. Kita sama-sama berjuang demi mencapai target emas di PON Aceh-Sumut, jadi jangan bedakan gaji antara kami. Ini tidak adil. Yang grade A sudah cair dan lebih banyak sementara grade B dan C ingin dicairkan satu bulan saja dan dengan gaji yang lebih rendah,” ujar pelatih salah satu Cabor di Pelatda PON Aceh saat ditemui di Mataram, Selasa (9/7/2024).

BACA JUGA : Mangkir Dari Panggilan, Saksi Kasus Korupsi Dana PNPM Kecamatan Kediri Dibawa Paksa Tim Kejati NTB

Ia menyayangkan sikap Ketua KONI dan pengurus nya yang tidak adil kepada para atlet. Sementara atlet grade A diberikan gaji lebih tinggi.

Gaji atlet grade A sebesar Rp3 juta per bulan sementara atlet grade B dan C sebanyak Rp2,5 juta. Grade A mendapat gaji full tiga bulan sementara grade B dan C hanya dicaikan satu bulan.

Sementara gaji pelatih grade A sebanyak Rp6 juta dan pelatih grade B dan C sebanyak Rp5 juta. Ini sangat tidak adil bagi para atlet dan pelatih grade B dan C.

Dana Bagi Hasil Ratusan Miliar PT AMNT ke Pemda KSB Cair, Masyarakat Dapat Apa?!

Ia juga mengungkapkan bahwa besaran gaji pelatih dan atlet grade B dan C tersebut sebelumnya tidak pernah dibahas oleh pengurus KONI kepada para pelatih tersebut. Tiba-tiba ditentukan gaji sebesar itu.

“Sepengetahuan saya anggaran tahap pertama sudah cair Rp7 miliar, itu 2,6 miliar nya untuk pembelian peralatan dan sisa nya kita tidak tau kemana. Sementara tahap dua anggaran yang sudah disetujui adalah Rp8 miliar dan itu kemungkinan untuk gaji atlet saat ini, tapi kemana anggaran tersebut?,” katanya.

Ia meminta ada keadilan dan kesetaraan yang diberikan oleh pengurus KONI kepada para atlet dan pelatih.

BACA JUGA : Kasus Sewa Alat Berat PUPR NTB, Ternyata Pengelolaan Sewa Alat Berat Bukan di Ali Fikri

Bahkan ketua KONI dan pengurus nya memaksa pelatih dan atlet untuk menandatangani pengajuan gaji satu bulan saja.

Ketua KONI NTB juga mengancam pelatih dan atlet jika tidak menandatangani pengajuan gaji satu bulan tersebut maka pelatih dan atlet akan dikeluarkan dari Pelatda PON Aceh tersebut.

Ketua KONI NTB, Mori Hanafi yang dimintai keterangan, Selasa, mengatakan bahwa perbedaan besaran gaji tersebut karena terdapat kriteria grade A, B dan C tersebut, dimana yang grade A adalah atlet unggulan.

“Dari sisi prestasi memang ada perbedaan, dan hal itu sudah dijelaskan dari awal. Masih bagus itu cuma beda satu juta, Jadi yang protes ini harusnya sudah tau,” ujar Mori Hanafi.

Mori Hanafi juga mengatakan, bahwa gaji Grade B dan C akan cair dua bulan yakni hari ini dibayar satu bulan dan esok dibayar satu bulan lagi. Kemudian atlet dan pelatih grade A juga mendapat bayaran yang sama yakni dua bulan.

Namun Mori Hanafi tidak mengungkapkan berapa anggaran KONI NTB untuk Pelatda PON Aceh yang saat ini sudah cair.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *