Mataram, SIARPOST | Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Tahap I BSPS Penanganan Kemiskinan Ekstrem (PKE) dan Penugasan Khusus TA. 2022 untuk wilayah Nusa Tenggara Barat, sudah di mulai sejak tanggal 4 Agustus 2022 lalu, di Kabupaten Lombok Tengah.
Melalui akun media sosial Nasional Affordable Housing Program (Nahp) PUPR, (18/8) disebutkan, uji petik lapangan di Kabupaten Lombok Tengah dilakukan di Kecamatan Pujut, Desa Kuta dan Desa Sukadana.
Baca juga : Subsidi BBM berkurang, Pemerintah Siapkan Bansos Pada Masyarakat Terdampak
Jika beberapa postingan sebelumnya kami sudah memuat para PB yang rumahnya sudah mencapai 100% fisik, beberapa hari ke depan kami akan memuat PB dengan progres rumah 50%.
Uji petik lapangan di Kabupaten Lombok Tengah dilakukan di Kecamatan Pujut, Desa Kuta dan Desa Sukadana. Tampak dalam gambar kegiatan uji petik yang dilakukan siang kemarin di rumah Penerima Bantuan, Lalu Badrun, Dusun Ujung, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.
Uji petik juga dilakukan di rumah Penerima Bantuan, Delah, Dusun Petiwong, Desa Sukadana, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.
Sama dengan rumah Penerima Bantuan sebelumnya – PB Lalu Dakah, Lalu Badrun, dan Gayang, rumah Delah juga menggunakan teknologi ferosemen.
Baca juga : Peduli Warga Kurang Mampu, Kapolres Dompu bagikan sembako
Begitu juga dengan uji petik yang dilakukan di rumah Penerima Bantuan, Agus, Dusun Petiwong, Desa Sukadana, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.
Sama dengan rumah Penerima Bantuan sebelumnya – PB Lalu Dakah, Lalu Badrun, dan Gayang, rumah Agus juga menggunakan teknologi ferosemen.
Pada tahun 2022 ini, Nusa Tenggara Barat mendapat 2.130 unit BSPS Penanganan Kemiskinan Ekstrem (PKE) di tiga Kabupaten di Pulau Sumbawa yaitu Bima, Sumbawa dan Sumbawa Barat. 215 unit BSPS penugasan khusus di Pulau Lombok yaitu di Lombok Timur dan Lombok Tengah.
Sementara BSPS Reguler, NTB mendapat kuota sebanyak 1.189 unit di tujuh kabupaten kota kecuali Sumbawa Barat.
