Meski imbauan damai disuarakan pemerintah, warga tetap menuntut DPRD agar bekerja nyata. Rakyat menunggu langkah konkret untuk menyelesaikan masalah pengangguran, membantu masyarakat miskin, serta mengawasi kasus dugaan korupsi proyek.
“Janji manis tidak lagi cukup. Rakyat butuh kerja nyata, bukan seremonial. Kalau DPRD tidak berubah, rakyat pasti bergerak,” tutup Yuni Bourhany.
Dengan situasi yang terus berkembang, DPRD Sumbawa Barat kini berada di ujung tanduk: kembali mengabdi untuk rakyat atau ditinggalkan rakyat.
Redaksi | SIAR POST