Lombok Timur, SIAR POST — Dugaan praktik suap dalam penentuan titik dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok Timur mencuat ke publik.
Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lombok Timur berinisial AG diduga menerima sejumlah uang dari mitra dapur dalam proses pembuatan akun dan penentuan lokasi dapur MBG.
Seperti dikutip dari media kobarannews, Informasi ini disampaikan oleh salah satu sumber yang mengaku sebagai mitra MBG dan meminta identitasnya dirahasiakan.
Sumber tersebut menyebut, korwil MBG atas nama AG diduga menjadi aktor utama dalam praktik jual beli titik dapur MBG.
Menurutnya, setiap mitra yang ingin membuat akun dapur MBG diwajibkan menyerahkan sejumlah uang kepada korwil.
“Siapapun dapur yang mau buat akun, harus bayar dulu sama agam, dengan nilai puluhan juta,” katanya.
Sumber itu mengungkapkan, dugaan praktik tersebut tidak hanya sebatas penjualan titik dapur. Sejumlah mitra disebut menerima tekanan hingga ancaman apabila menolak permintaan dari pihak korwil.
“Harga yang ditawarkan dalam pembelian titik ini juga lumayan tinggi, dimana ada yang mengeluarkan 60 juta hingga 200 juta, tergantung kondisi dapur,” kata sumber ini.
Tak hanya soal uang, dugaan permintaan barang juga ikut mencuat. Salah satu pemilik dapur MBG mengaku kerap dibuat kewalahan oleh permintaan korwil yang disebut meminta material bangunan sebagai syarat agar proses akun dapur dapat dibantu.
“Dia minta pasir dan juga dia minta gerbang, kalau ini tidak dipenuhi, maka akunnya tidak akan bisa jadi,” katanya.
Dugaan-dugaan ini memunculkan tanda tanya besar terhadap tata kelola program MBG di daerah, yang sejatinya dirancang sebagai program strategis pemenuhan gizi masyarakat.
Menanggapi tuduhan tersebut, Koordinator Wilayah MBG Lombok Timur, AG, secara tegas membantah seluruh tudingan yang dialamatkan kepadanya. Ia menyebut, informasi yang beredar tidak sesuai fakta.
“Menurutnya, apa yang disampaikan itu semuanya tidak benar,” singkatnya.
Terkait tuduhan permintaan pasir dan material bangunan, Agam justru memberikan pernyataan yang mengundang perhatian.
“Itu selalu sedikit yang saya minta,” katanya.
Saat kembali ditegaskan mengenai maksud pernyataannya dan tuduhan yang berkembang, pria asal Keruak tersebut menyebut bahwa hal itu tidak lebih dari candaan.
“Saya berani bersumpah, semua yang dituduhkan itu tidak ada yang benar,” ungkapnya. (01)
