Muhammad Iqbal Ungkap Sistem Sapu Jalan di Dompu: Pagi hingga Sore Ada Petugas, Kenapa Kota Masih Terlihat Kumuh?

Penyapu jalan. Ilustrasi (dok Faktualnews)

DOMPU, NTB (SIAR POST) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Dompu memastikan bahwa seluruh jalur protokol di wilayah kota sebenarnya telah memiliki petugas penyapu jalan. Namun di lapangan, kondisi sampah yang berserakan masih menjadi sorotan masyarakat.

Kabid Kebersihan dan Persampahan DLH Dompu, Muhammad Iqbal ST, saat dikonfirmasi, Rabu (1/4/2026), mengungkapkan bahwa penanganan kebersihan sudah dibagi ke sejumlah titik strategis, mulai dari taman, jalan protokol hingga kawasan pasar.

“Di taman Dompu itu sudah ada petugas sekitar 4 sampai 5 orang, tapi mereka bekerja di pagi hari,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk jalur protokol, petugas penyapu jalan telah ditempatkan merata. Mulai dari Jembatan Rasanggaro, sepanjang jalur utama kota, hingga kawasan Taman Alun-Alun Utara.

“Depan rumah sakit juga ada. Semua jalur protokol itu sudah ada penyapu jalan,” tegasnya.

Meski demikian, DLH Dompu mengakui adanya pengurangan jumlah petugas. Sebanyak 12 orang penyapu jalan terpaksa berhenti karena faktor usia dan tidak terakomodir dalam skema P3K paruh waktu.

“Memang kemarin ada yang keluar sekitar 12 orang,” ungkap Iqbal.

Untuk kawasan pasar, DLH juga memastikan telah menempatkan petugas kebersihan. Namun, efektivitas penanganan sampah juga bergantung pada waktu dan aktivitas masyarakat, terutama pada malam hari.

“Kalau sudah dikumpulkan pagi, tetap diangkut. Tapi untuk kegiatan malam seperti live musik, harus ada kerja sama juga,” katanya.

Ia menjelaskan, jam operasional utama penyapuan dilakukan pada pagi hari. Namun di beberapa titik padat, seperti jalur dari Masjid Raya hingga pertigaan DPRD di Patung Selancar, petugas juga bekerja pada pagi dan sore hari.

Di sisi lain, hasil pemantauan media ini menunjukkan kondisi berbeda. Selama dua hari terakhir, sampah terlihat berserakan di sejumlah titik strategis seperti jalan protokol, Taman Karijawa, hingga ruas jalan di sekitar pasar.

Sampah yang mendominasi bukan berupa tumpukan besar, melainkan serpihan kecil yang berceceran namun menyebar luas di sepanjang jalan. Kondisi ini membuat wajah kota tampak kumuh, terutama pada malam hingga pagi hari.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menilai, kondisi tersebut lebih mengganggu dibanding tumpukan sampah.
“Bukan gunungan, tapi berserakan di mana-mana. Itu yang bikin kelihatan kumuh,” ujarnya.

Kepala DLH Dompu, Moh. Syaukani, sebelumnya menjelaskan bahwa kondisi ini juga dipengaruhi faktor cuaca. Hujan menyebabkan sampah dari drainase meluap ke jalan.

Exit mobile version