Namun setelah melalui berbagai pertimbangan, Sri Sustani tetap yakin dengan pilihannya. Keputusan itulah yang kini membuahkan hasil luar biasa.
Nama “Mandalika” sendiri bukan sekadar nama. Ia diambil dari nama anak keduanya, Baiq Widia Ayu Mandalika Putri, sebuah simbol cinta, harapan, dan kebanggaan keluarga.
Selain itu, nama ini juga memiliki keterkaitan dengan Lombok, tempat asal sang ayah dari Praya, Lombok Tengah, yang identik dengan kawasan wisata Mandalika dan sirkuit MotoGP internasional.
Perpaduan antara rasa autentik, porsi melimpah, harga bersahabat, serta suasana yang nyaman dan estetik menjadikan Bakso Mandalika memiliki daya tarik yang sulit ditolak.
Kalau belum mencoba, Anda belum benar-benar merasakan sensasi bakso yang berbeda. Dan jika sudah mencoba, besar kemungkinan Anda akan kembali lagi.
Bagi siapa pun yang datang ke Taliwang, satu hal yang pasti:
rugi jika tidak mampir ke Bakso Mandalika.
Yuk, ngebakso! (red)
