Resmi Dilantik Jadi Sekda NTB, Abul Chair Ternyata Cucu Gubernur NTB


MATARAM, SIAR POST | Nama Abul Chair mendadak jadi sorotan publik di Nusa Tenggara Barat. Sosok yang kini resmi dilantik sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) NTB ini ternyata bukan figur biasa. Selain dikenal sebagai pejabat tinggi negara, Abul Chair juga memiliki jejak historis kuat sebagai cucu dari Gubernur pertama NTB yakni pada 1958.

Sebelum dilantik, Abul Chair menjabat sebagai Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Timur, posisi strategis yang menuntut integritas tinggi dalam pengawasan keuangan negara.

Pengalaman ini menjadi salah satu faktor kuat yang mengantarkannya masuk dalam tiga besar calon Sekda NTB tahun 2026.


Dalam proses seleksi yang ketat, Abul Chair bersaing dengan dua nama kuat lainnya, yakni Ahmad Saufi dan Ahsanul Khalik. Ketiganya disebut memiliki nilai yang sangat tipis perbedaannya.


Ketua Panitia Seleksi, Riduan Mas’ud, mengungkapkan bahwa Abul Chair menempati posisi teratas dalam hasil penilaian. “Yang pertama Abul Chair, kedua Ahmad Saufi, ketiga Ahsanul Khalik. Selisih nilainya sangat tipis,” ujarnya dikutip dari salah satu media online beberapa waktu lalu.


Menurut pansel, seluruh tahapan seleksi dilakukan secara objektif dan transparan, tanpa intervensi pihak mana pun. Bahkan, tim dari pusat turut dilibatkan untuk memastikan kredibilitas hasil seleksi sebelum diserahkan kepada Gubernur NTB.


Menariknya, di balik karier birokrasi yang mentereng, Abul Chair juga memiliki latar belakang keluarga yang tak kalah kuat.

Ia diketahui merupakan cucu dari Gubernur pertama NTB, menjadikannya sosok yang tidak hanya memiliki kapasitas teknokratis, tetapi juga akar historis dalam pemerintahan daerah.

Gubernur pertama Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah R. Arifin C. Noer.
Ia menjabat setelah NTB resmi terbentuk pada tahun 1958.

Hal ini sempat menjadi perhatian publik. Namun pansel menegaskan bahwa faktor kekerabatan tidak menjadi dasar penilaian.

“Tidak ada unsur perwakilan atau kedekatan. Semua kandidat dinilai murni berdasarkan kemampuan dan kompetensi,” tegas anggota pansel, Karyadi.


Dari total 10 kandidat yang mendaftar, nama Abul Chair berhasil menembus posisi puncak. Beberapa pesaing lainnya antara lain Najamuddin Amy, Wirawan Ahmad, Yusron Hadi, Fathurrahman, Aidy Furqan, Jamaluddin Malady, hingga Taufik.


Kini, dengan pelantikan resmi oleh Gubernur NTB, Abul Chair memikul tanggung jawab besar sebagai motor penggerak birokrasi daerah. Kombinasi pengalaman nasional dan latar belakang lokal menjadi modal penting dalam menjalankan roda pemerintahan di NTB ke depan.


Publik pun menanti, apakah sosok Abul Chair mampu menjawab ekspektasi besar sebagai Sekda yang tak hanya kuat di atas kertas, tetapi juga mampu menghadirkan perubahan nyata di daerah. (Red)

Exit mobile version