Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap stabilitas keuangan rumah sakit, termasuk pembayaran jasa pelayanan tenaga kesehatan, pengadaan sarana prasarana, hingga kebutuhan operasional harian.
“Kadang masyarakat melihat rumah sakit memiliki pendapatan besar, tetapi tidak melihat beban yang juga sangat besar. Ada operasional harian, pembayaran obat, alat kesehatan, jasa pelayanan tenaga medis, dan kewajiban lainnya yang harus dipenuhi,” ujarnya.
Manajemen RSUP NTB, lanjutnya, kini terus melakukan evaluasi menyeluruh agar sistem pengelolaan BLUD berjalan lebih sehat, transparan, dan akuntabel, tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Tujuan kita sama, yaitu memperbaiki RSUP NTB. Baik dari sisi pelayanan, tata kelola keuangan, maupun sarana dan prasarana, semuanya harus berjalan seimbang,” pungkasnya.
Pewarta : Ridho | Editor : Edho
