Mataram, SIAR POST – Islamic Relief Indonesia kembali menghadirkan program kemanusiaan dan sosial keagamaan melalui program “Double Qurban – Double Berkah” pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026. Tahun ini, sebanyak 274 ekor sapi qurban berhasil disalurkan ke berbagai wilayah di Indonesia.
Ratusan hewan qurban tersebut tersebar di sejumlah daerah, yakni Lombok sebanyak 232 ekor sapi, Aceh 28 ekor sapi, dan Palu 14 ekor sapi, serta beberapa ekor kambing tambahan untuk masyarakat penerima manfaat.
CEO Islamic Relief Indonesia, Nanang Subana Dirja, menjelaskan bahwa program Double Qurban – Double Berkah merupakan bentuk sinergi antara semangat berqurban masyarakat Indonesia dengan semangat berbagi dari para mudhohi luar negeri.
“Setiap mudhohi Indonesia yang berqurban sapi melalui Islamic Relief dengan berat 230 kilogram ke atas, maka akan diberikan satu sapi pendamping dari luar negeri dengan berat 230 hingga 250 kilogram,” ujar Nanang.
Ia menjelaskan, sapi qurban dari mudhohi Indonesia dapat dibagikan sesuai kebiasaan masyarakat setempat. Sementara sapi qurban dari luar negeri diprioritaskan khusus untuk fakir miskin dengan ketentuan satu ekor sapi diperuntukkan bagi 35 keluarga penerima manfaat.
Program tersebut, lanjut Nanang, diharapkan menjadi solusi pemenuhan protein hewani bagi masyarakat kurang mampu, khususnya anak-anak dalam masa pertumbuhan.
“Setiap keluarga menerima sekitar 3,5 kilogram daging segar beserta hati, jeroan dan lainnya. Harapannya, kebutuhan protein hewani keluarga dapat tercukupi selama sekitar satu minggu,” katanya.
Pantauan di lapangan menunjukkan setiap titik distribusi menggunakan box plastik bertuliskan “Qurbani Meat Distribution Program 2026 + 3,5 kg daging segar dan lainnya” sebagai penanda paket distribusi kepada masyarakat penerima manfaat.
Sementara itu, Ketua LAZNAS Islamic Relief, Inayatullah Abd Hasyim, menyampaikan bahwa ibadah qurban bukan sekadar penyembelihan hewan, melainkan simbol pengorbanan dan keikhlasan dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Menurutnya, qurban sejati adalah kemampuan manusia untuk melepaskan keterikatan hati terhadap dunia, jabatan, hingga ambisi pribadi.
“Domba, kambing, atau sapi yang kita sembelih hanyalah bayangan dari penyembelihan yang lebih besar, yaitu menyembelih ambisi, jabatan, dan segala sesuatu yang kita sandarkan selain kepada Allah,” ujarnya, mengutip pandangan Imam Al Qusyairi.
Di wilayah Nusa Tenggara Barat, Area Program Koordinator Islamic Relief NTB, Ilham Muhtar, menyebutkan bahwa dari total 274 ekor sapi qurban di Indonesia, sebanyak 232 ekor disalurkan di NTB.
