Ari menilai keberhasilan investasi tidak boleh diukur dari banyaknya konferensi pers, seminar, podcast, atau presentasi yang dilakukan. Ukuran utama keberhasilan investasi adalah pembangunan yang benar-benar terjadi, tenaga kerja yang terserap, kontribusi terhadap ekonomi daerah, dan manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Investor sejati meninggalkan jejak berupa pembangunan, lapangan kerja, pajak, dan manfaat ekonomi. Yang perlu diwaspadai adalah pihak-pihak yang lebih banyak meninggalkan seminar, podcast, presentasi, dan janji dibandingkan bangunan yang benar-benar berdiri,” tutup Ari Garmono.
Kasus Marina Bay City, menurut Ari, harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh agar Lombok tidak terjebak dalam fenomena “ekonomi janji investasi”, di mana narasi pembangunan lebih besar dibandingkan realisasi di lapangan.
Ia menegaskan negara harus hadir lebih awal untuk melakukan pengawasan sebelum semakin banyak masyarakat maupun investor yang menjadi korban. (Red)
