Viral! WNA Ini Sebut Indonesia Tidak Tertinggal, Justru Punya Nilai Yang Mulai, Hilang di Negara Maju

Mataram, SIAR POST – Sebuah video yang diunggah oleh seorang warga negara asing (WNA) yang tinggal di Indonesia viral di media sosial. Dalam video tersebut, ia mengungkapkan kekagumannya terhadap masyarakat Indonesia yang selama ini kerap dianggap “tertinggal” oleh sebagian orang di negara-negara Barat.

Video yang diunggah melalui akun Instagram @ma.sbule itu telah ditonton ribuan kali, memperoleh ribuan tanda suka, ratusan komentar, dan dibagikan oleh ratusan pengguna media sosial.

Unggahan tersebut menarik perhatian karena menyampaikan sudut pandang berbeda tentang makna kemajuan sebuah bangsa.

Dalam videonya, WNA tersebut mempertanyakan anggapan bahwa Indonesia tertinggal hanya karena tidak semua orang memiliki mobil, hidup mewah, atau terobsesi mengejar kekayaan.

“Orang Indonesia itu tertinggal, setidaknya itulah yang sering dipikirkan orang-orang Barat. Karena tidak semua orang punya mobil, tidak semua orang terobsesi dengan uang. Tapi setelah tinggal cukup lama di Indonesia, saya mulai bertanya, apa sebenarnya arti tertinggal?” ujarnya.

Ia kemudian menyoroti berbagai nilai sosial yang masih kuat di tengah masyarakat Indonesia, mulai dari penghormatan kepada orang tua, pentingnya keluarga, hingga budaya saling membantu antar tetangga tanpa mengharapkan imbalan.

“Kalau seseorang menghormati orang tuanya, kalau keluarga selalu didahulukan, kalau tetangga masih saling membantu tanpa mengharapkan imbalan, apakah itu tertinggal?” katanya.

Menurutnya, Indonesia justru memiliki sesuatu yang semakin sulit ditemukan di banyak negara maju, yakni rasa hormat, kepedulian, dan kebersamaan yang masih hidup dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengaku kagum melihat banyak masyarakat Indonesia bekerja keras bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk keluarga dan orang-orang yang mereka cintai.

Hal lain yang paling berkesan baginya adalah kuatnya nilai keimanan yang dimiliki masyarakat Indonesia.

“Bukan keimanan untuk dilihat orang lain, bukan keimanan yang muncul setahun sekali, tetapi keimanan yang hidup setiap hari dan memberi tujuan hidup yang lebih besar daripada uang atau status,” ungkapnya.

Dalam unggahan yang menyertai video tersebut, ia juga menuliskan bahwa kekuatan Indonesia bukan hanya terletak pada pembangunan fisik atau kemajuan teknologi, melainkan pada nilai-nilai kehidupan yang masih terjaga.

“Di sini aku melihat iman, keluarga, rasa hormat, kerja keras, dan syukur masih hidup. Orang-orang tetap tersenyum, tetap berbagi, tetap bilang Alhamdulillah meski hidup tidak selalu mudah,” tulisnya.

Exit mobile version