Kisah Haru Difabel Netra di MotoGP Mandalika, Pertama Kali Rasakan Pengalaman Nonton dari VIP

MANDALIKA, SIARPOST – Pengalaman berbeda dirasakan puluhan penyandang disabilitas netra asal Lombok Barat dan Lombok Tengah saat menyaksikan ajang MotoGP di Sirkuit Mandalika, Jumat (9/10/2026). Mereka mendapat kesempatan menikmati fasilitas Hospitality VIP Luxury Tent, sebuah pengalaman yang meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta maupun pendampingnya.

Husnul Khalipah, yang akrab disapa Ipah, pendamping difabel dari NTB Care, mengaku terharu melihat kebahagiaan para sahabat difabel ketika memasuki ruangan VIP tersebut.

Menurut Ipah, momen itu bukan semata-mata tentang menyaksikan balapan motor kelas dunia, melainkan tentang kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk merasakan pengalaman yang sama, memperoleh pelayanan yang baik, dan mendapatkan ruang yang setara.

“Biasanya kami yang menuntun mereka. Hari ini, kami yang dituntun oleh rasa haru,” ungkap Ipah menggambarkan perasaannya.

Ia menceritakan, para peserta memasuki Luxury Tent dengan membawa tongkat dan perasaan gugup. Namun, suasana berubah ketika mereka disambut dengan ramah dan dipersilakan menikmati fasilitas yang tersedia.

Ruangan berpendingin udara, karpet yang nyaman, tempat duduk yang tertata, serta pelayanan yang ramah menjadi bagian dari pengalaman yang membuat mereka merasa diterima.

Ipah mengaku tersentuh ketika melihat para peserta meraba kursi untuk mengenali lingkungan di sekitarnya, kemudian tersenyum bahagia.

Bagi Ipah, senyum tersebut memiliki makna lebih besar daripada sekadar kegembiraan menikmati fasilitas VIP. Ada pengalaman baru, rasa percaya diri, dan kebahagiaan karena mendapat kesempatan yang mungkin selama ini sulit mereka bayangkan.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) atas kesempatan yang diberikan kepada para penyandang disabilitas untuk menikmati fasilitas Hospitality VIP Luxury Tent di kawasan The Mandalika.

“Terima kasih ITDC. Terima kasih sudah percaya bahwa sahabat difabel kami layak duduk di sini, di tempat yang bahkan tidak semua orang bisa masuk. Ini bukan sekadar nonton bareng, ini tentang harga diri yang dikembalikan,” tegasnya.

Ipah berharap pengalaman yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 tersebut menjadi kenangan berharga bagi para peserta ketika kembali ke keluarga dan lingkungan tempat tinggal mereka.

Menurutnya, kesempatan menyaksikan MotoGP dari fasilitas VIP dapat memberikan pengalaman emosional sekaligus memperkuat keyakinan bahwa penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk menikmati berbagai kegiatan publik.

“Mereka akan cerita ke keluarganya, ‘Aku kemarin nonton MotoGP dari VIP’. Kalimat sesederhana itu, tapi dampaknya besar sekali untuk rasa percaya diri mereka,” tuturnya.

Ia menegaskan, keterbatasan penglihatan tidak seharusnya menjadi alasan bagi seseorang untuk kehilangan kesempatan menikmati pengalaman yang sama dengan orang lain.

“Dari Mandalika, mereka belajar bahwa keterbatasan bukan alasan untuk ditempatkan di pinggir,” tambahnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi NTB Care bersama Community Development ITDC The Mandalika dalam rangkaian kegiatan menuju peringatan Hari Disabilitas Internasional pada 3 Desember 2026.

Melalui kegiatan tersebut, kolaborasi antara komunitas sosial dan pengelola kawasan pariwisata diharapkan dapat memperluas ruang partisipasi penyandang disabilitas, sekaligus mendorong terwujudnya pariwisata yang lebih inklusif di Nusa Tenggara Barat.

Pengalaman para sahabat difabel netra di Luxury Tent Mandalika menjadi pengingat bahwa aksesibilitas dan kesetaraan bukan hanya tentang menyediakan fasilitas, tetapi juga tentang memastikan setiap orang memiliki kesempatan untuk merasa diterima, dihargai, dan menjadi bagian dari sebuah pengalaman besar. (Red).

Exit mobile version