LOMBOK UTARA,SIARPOST— Seni qasidah di Kabupaten Lombok Utara (KLU) bukan sekadar warisan budaya bernuansa Islami, tetapi juga menjadi ruang dakwah dan wadah lahirnya generasi berprestasi. Namun, di tengah berkembangnya berbagai jenis musik populer, kesenian ini dinilai perlu mendapat perhatian lebih agar tetap tumbuh dan diminati generasi muda.
Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar, S.H., M.H., menyoroti perjalanan panjang seni qasidah di daerah tersebut saat membuka Festival LASQI Nusantara Jaya tingkat Kabupaten Lombok Utara Tahun 2026,Jumat 16/10/20226
Najmul mengingat, qasidah telah hidup di tengah masyarakat Lombok Utara sejak puluhan tahun lalu. Bahkan, ketika dirinya masih kecil, kelompok masyarakat sudah memainkan musik qasidah dengan peralatan sederhana, termasuk menggunakan ember sebagai pengganti alat musik.
Menurutnya, perjalanan tersebut menunjukkan bahwa qasidah memiliki akar yang kuat dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, keberadaan festival dan organisasi LASQI harus menjadi momentum untuk menjaga keberlangsungan kesenian tersebut sekaligus melahirkan talenta-talenta baru.
“Dulu di kampung-kampung itu ada sekelompok orang yang bermain qasidah menggunakan ember, karena belum ada gendang atau alat musik lainnya. Ini menunjukkan bahwa qasidah memang sudah hidup sejak awal di Kabupaten Lombok Utara,” ungkap Najmul.
Ia menilai, qasidah memiliki kekuatan tersendiri karena tidak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga membawa pesan kebaikan melalui lantunan lagu yang sarat nilai keagamaan.
Najmul berharap, Festival LASQI tidak berhenti sebatas ajang perlombaan, melainkan menjadi ruang untuk membangun kecintaan generasi muda terhadap seni Islami serta mendorong lahirnya penyanyi qasidah yang mampu bersaing hingga tingkat nasional.
Ia juga mengingatkan bahwa peserta LASQI Lombok Utara telah beberapa kali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Capaian tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa daerah ini memiliki potensi besar yang perlu terus dibina dan dikembangkan.
“Anak-anak kita sudah menunjukkan prestasi yang baik di tingkat provinsi, lebih-lebih di tingkat nasional. Ini yang harus kita dorong agar ke depan semakin banyak bibit-bibit berkualitas yang lahir dari Lombok Utara,” tegasnya.
Najmul berharap Festival LASQI dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai agenda tahunan pemerintah daerah. Dengan pembinaan yang konsisten, qasidah diharapkan semakin dikenal dan mampu menjadi salah satu identitas seni budaya masyarakat Lombok Utara.
Sementara itu, Ketua LASQI Nusantara Jaya Kabupaten Lombok Utara, Ibu Hj. Rohani Najmul, menegaskan bahwa seni qasidah memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan keagamaan melalui pendekatan yang dekat dengan masyarakat.
Menurutnya, dakwah tidak selalu harus disampaikan melalui ceramah di atas mimbar. Musik dan lantunan nada yang indah juga dapat menjadi sarana untuk mengajak masyarakat berbuat baik, mencintai Rasulullah, serta memperkuat keimanan kepada Allah SWT.
Ia menyebut, LASQI telah menjadi salah satu wadah yang berkontribusi terhadap prestasi Lombok Utara sejak awal terbentuknya kabupaten tersebut. Bahkan, pada tahun sebelumnya, peserta dari daerah ini kembali berhasil menembus tingkat nasional.
Ketua LASQI Hajah Rohani Najmul Ahyar juga mengapresiasi para peserta dari lima kecamatan, termasuk pembina dan pelatih yang selama ini melakukan pendampingan. Ia berharap dukungan pemerintah daerah dan masyarakat terus diperkuat agar proses pembinaan tidak berhenti setelah festival berakhir.
“Menjadi juara tentu boleh berbangga hati, tetapi juara yang sesungguhnya adalah bagaimana kita bisa mengajak orang lain berbuat baik melalui apa yang kita lantunkan,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) KLU, M. Najib, menjelaskan bahwa Festival LASQI Nusantara Jaya Tahun 2026 diikuti 51 peserta dari lima kecamatan di Lombok Utara.
Festival tersebut mempertandingkan 12 kategori, di antaranya bintang vokalis, bintang vokalis gambus, dan pop Islami, dengan kelompok peserta anak-anak, remaja, hingga dewasa.
Najib mengatakan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengapresiasi seniman musik Islami sekaligus menjaring peserta terbaik yang akan dipersiapkan menghadapi kompetisi pada jenjang lebih tinggi.
Terlebih, Festival LASQI tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat dijadwalkan berlangsung pada 23–25 Oktober 2026 di Mataram. Sementara itu, agenda LASQI tingkat internasional dijadwalkan berlangsung pada 4–8 November 2026 di Kota Bandung.
Dengan adanya festival ini, pemerintah daerah berharap potensi seni qasidah di Lombok Utara tidak hanya terjaga sebagai bagian dari tradisi keagamaan, tetapi juga berkembang menjadi kekuatan budaya yang mampu melahirkan prestasi dan menjangkau generasi muda.
Tantangannya kini bukan sekadar mempertahankan keberadaan qasidah, melainkan memastikan kesenian tersebut tetap mendapat ruang, pembinaan, dan perhatian di tengah beragam pilihan hiburan yang semakin berkembang.(Niss)
