LOMBOK TENGAH, SIARPOST — Berjarak sekitar 200 meter dari Bandara Internasional Lombok dan tak jauh dari kawasan Sirkuit Mandalika, lokasi Darma Rinjani Silk di Jalan Raya Bil Penujak, Kecamatan Praya Barat, kerap menjadi persinggahan pilihan wisatawan yang hendak terbang atau melanjutkan perjalanan ke destinasi lain di Pulau Lombok.
Posisi yang strategis membuat tempat ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat penjualan suvenir, tetapi juga menjadi jendela bagi siapa saja yang ingin melihat ragam hasil buatan tangan warga lokal. Di dalamnya, pengunjung dapat menjumpai deretan tenun dan songket yang ditenun secara tradisional, koleksi perhiasan mutiara laut khas Nusa Tenggara Barat, aneka camilan otentik, jamu‑jamuan tradisional, hingga busana orisinal buatan pengrajin Lombok.
Selain area perdagangan, tersedia pula fasilitas pendukung berupa restoran dengan pilihan kelas layanan mulai dari ruang biasa hingga VVIP, serta layanan spa dengan tarif yang relatif terjangkau. Banyak wisatawan memanfaatkannya untuk beristirahat sejenak setelah berkeliling, sebelum waktu keberangkatan pesawat.
Ishak, Manajer Pemasaran Darma Rinjani Silk, menjelaskan bahwa keberadaan tempat ini diharapkan bisa menjadi jembatan pemasaran bagi para pembuat karya lokal.
“Kami sangat mengapresiasi kedatangan seluruh tamu yang berkunjung ke sini. Semoga tempat ini bisa membantu mengenalkan produk‑produk unggulan Lombok, mulai dari kerajinan, makanan, jamu, hingga karya lainnya, ke tingkat nasional dan internasional,” ujarnya.
Dari pengamatan warga sekitar, arus kunjungan ke lokasi ini tampak terus meningkat seiring dengan ramai‑nya kunjungan wisatawan ke Mandalika dan sekitarnya. Haji Sahman, warga Desa Puyung, Kecamatan Jonggat, yang sering melewati lokasi, menyampaikan pengamatannya.
“Alhamdulillah, setiap hari selalu ada pengunjung yang mampir, baik wisatawan dalam negeri maupun dari luar negeri,” katanya.
Meski terlihat ramai, hingga saat ini belum ada data resmi yang merinci jumlah pengrajin yang secara rutin memasok barang ke tempat ini, maupun besaran dampak ekonomi yang langsung diterima para pelaku usaha. Pihak pengelola menyatakan tetap berkomitmen untuk terus membuka ruang pemasaran dan mendorong roda ekonomi masyarakat setempat ke depannya.
