Kasus Narkoba, Dosen IAI Muhammadiyah Bima Harap Polri Tidak Lagi Berdebat Siapa Yang Berwenang Tetapi Kolaborasi

 

/Statemen Pembelaan Polres Dompu Kemarin Akan Mengurangi Kepercayaan Publik Pada Polri, Harus nya Dugaan Masyarakat Ditelusuri

MATARAM, SIARPOST | Kasus narkoba di Bima dan Dompu Provinsi NTB semakin masif, hal tersebut terlihat dalam beberapa penangkapan yang terjadi selama bulan Desember 2024 ini. Dari pengguna, pemakai hingga terduga bandar narkoba ditangkap oleh anggota TNI dan Polri.

Kasus narkoba yang merupakan kejahatan luar biasa yang merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat dan menghancurkan masa depan anak bangsa itu diatensi banyak pihak, dari mahasiswa, aktivis, tokoh agama, pemuda hingga akademisi.

BACA JUGA : Tim Gabungan TNI Polri Tangkap Terduga Pengedar Narkoba di Malam Tahun Baru, Ratusan Poket Sabu Disita

Salah satu yang memberikan perhatian khusus terhadap kasus narkoba yang terjadi di Dompu dan Bima adalah Dosen IAI Muhammadiyah Bima, Dr. Ihlas Hasan.

Dalam video siaran langsungnya melalui akun media sosialnya pribadinya, Rabu (1/1/2025), mengatakan, sebenarnya kasus narkoba di Dompu dan Bima telah selesai jika institusi Polri mau melakukan pengembangan atas informasi yang diberikan masyarakat, khususnya informasi yang diungkap oleh Badai NTB.

“Sekarang bukan waktunya menunjukan siapa yang berhak atau tidak untuk melakukan penyidikan kasus kejahatan luar biasa ini, tetapi waktunya untuk melibatkan semua pihak termasuk TNI,” ujar Dr Ihlas dalam video nya tersebut.

Dr. Ihlas Hasan juga mengatakan, harusnya keterlibatan dan keberhasilan TNI membongkar bandar dan pengedar narkoba ini harus diapresiasi oleh Polri, karena membantu mereka.

“Sekarang persoalan darurat, keterlibatan TNI sebagai aparat sangat positif dan Polri harus mengapresiasi nya, bukan malah mencari siapa yang berwenang atau tidak. Kalau hukum atau aturan menghambat terwujudnya kemanusiaan yang universal maka aturan teknis itu bisa dikesampingkan karena ini persoalan darurat,” ujarnya.

BACA JUGA ; Wisatawan Asal Jateng Ditemukan Mengambang Usai Snorkeling di Gili Air Lombok

Dr. Ihlas Hasan menganggap, bahwa kejahatan yang dilakukan oleh anak muda di Dompu dan Bima, bisa saja tidak lepas dari kontribusi narkoba, karena orang-orang yang melakukan kejahatan itu tidak berakal dan itu bisa jadi dipengaruhi narkoba.

Untuk mewujudkan nggahi rawi pahu yang sehat maka mulai lah dari memberantas narkoba. Kolaborasi tokoh agama dan semua pihak harus bergotong royong membongkar semua kasus ini.

“Jangan sampai uang negara habis karena satu atau dua oknum di dalam tubuh Polri yang dilindungi institusi,” Katanya.

Ia juga meminta, Polri harus membersihkan diri dari oknum-oknum yang merusak nama institusi itu sendiri sehingga tingkat kepercayaan publik semakin rendah.

Kewajiban kita semua untuk melindungi institusi Polri ini dengan cara mengkritik dan mendorong agar Polri bisa bersih-bersih dari oknum-oknum yang bermain.

“Polri jangan bersikap defensif atau bertahan hanya ingin membenarkan dirinya sendiri, sekarang momentum yang tepat untuk membersihkan nama institusi polri,” Katanya.

Ia getol membicarakan ini karena Narkoba adalah kejahatan luar biasa, tidak hanya merusak fisik, tetapi merusak semua sendi kehidupan. Publik dan semua pihak harus sepakat untuk sama-sama memberantas narkoba demi masa depan anak bangsa.

“Sekali lagi Polri jangan mencari pembenaran, harus dicari dan ditelusuri siapa oknum yang membekingi masalah narkoba ini. Seperti pernyataan kapolres kemarin semakin membuat masalah di masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA : Aduh! Berkas Calon TKW Asal Dompu Ditahan Sponsor Berbulan-bulan Tanpa Kejelasan 

Jika polri selalu begini, katanya, maka sampai kapanpun tidak akan pernah mendapat kepercayaan publik. Ini terjadi karena polri tidak mau membenahi diri.

Dr. Ihlas juga meminta semua pihak, baik itu tokoh pemuda, agama, masyarakat, lembaga independen, organisasi agama, organisasi mahasiswa dan lainnya, agar tidak berhenti bergerak memberikan dukungan baik itu melalui status media sosial maupun melalui berbagai dukungan lainnya dan tidak pernah mundur untuk menyuarakan keadilan, atau paling tidak membuat blue print untuk kasus narkoba yang saat ini terjadi.

Terakhir ia mengatakan, kasus ini seperti peristiwa yang sistematis dan dikelola dengan baik, karena kasus narkoba ini tidak pernah berhenti.

“Ini sejak dulu terjadi, dan jika diungkap bandarnya, kemungkinan akan berbicara siapa yang membakcup nya, ini lah kesulitan untuk membongkar narkoba ini,” tutupnya. (Feryal).

Exit mobile version