Ketua LMND NTB Kecam Keras Operasi Militer AS di Venezuela: “Trump Maling Teriak Maling”

Mataram, SIAR POST — Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Nusa Tenggara Barat mengecam keras tindakan militer Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump terhadap Presiden Republik Bolivarian Venezuela, Nicolas Maduro, pada Sabtu 3 Januari 2026.

Ia menilai operasi penculikan Maduro melalui skema militer tersebut sebagai tindakan yang menginjak-injak kedaulatan negara lain.

Menurutnya, langkah AS tidak hanya menghina rakyat Venezuela, tetapi juga memicu ketegangan global yang membahayakan keamanan dan perdamaian internasional.

Ia menilai berbagai dalih politik yang dibangun Trump hanyalah upaya menutupi ambisi AS untuk menguasai sumber daya alam Venezuela, termasuk minyak bumi.

“Ini jelas merusak tatanan perdamaian dunia, baik secara moral maupun hukum internasional. Menuduh Maduro sebagai dalang kartel narkotika tanpa bukti kuat sama saja dengan kriminalisasi politik,” tegasnya.

Ia juga menilai proses hukum di pengadilan AS tidak relevan diterapkan pada pemimpin negara berdaulat. Jika pun ada pembenaran hukum, ia menyebutnya sebagai keputusan politik yang sarat kepentingan.

Lebih lanjut, ia menilai langkah politik Presiden Indonesia Prabowo Subianto saat ini sejalan dengan prinsip politik luar negeri Bebas-Aktif yang pernah digagas Bung Karno. Termasuk dorongan terhadap kemandirian nasional melalui implementasi Pasal 33 UUD 1945.

LMND NTB melihat kebijakan ekonomi nasionalis yang ditempuh Maduro memiliki semangat yang sama, terutama dalam menjaga kedaulatan pengelolaan sumber daya alam.

Ia juga meyakini operasi AS terhadap Venezuela telah disiapkan sejak lama. Bahkan ia menduga ada keterlibatan aktor internal di Venezuela hingga operasi militer dapat berjalan cepat.

“Trump ini maling teriak maling. Dia yang merampok, tapi dia juga yang menuduh orang lain maling. Kaum imperialis sangat lihai bicara demokrasi dan HAM, padahal justru mereka yang merusaknya,” ujarnya.

Peristiwa ini, katanya, menjadi peringatan bagi Indonesia agar tetap waspada terhadap propaganda neoliberalisme dan imperialisme.

Ia menyebut ancaman ini bisa masuk melalui berbagai jalur seperti NGO, aktivitas sosial, hingga jaringan buzzer.

Karena itu, LMND NTB menekankan pentingnya memperkuat persatuan nasional sebagai benteng menjaga kedaulatan.

Menurutnya, operasi militer AS di Venezuela juga memanfaatkan kondisi politik internal Venezuela yang tidak solid, sebagaimana yang terjadi di Libya dan Irak.

Ia mengingatkan pernyataan Presiden Prabowo mengenai “Serakahnomics” sebagai musuh utama rakyat. Unsur tersebut, katanya, terdiri dari imperialisme-neoliberalisme, oligarki, dan birokrat korup.

Di akhir pernyataannya, LMND NTB menegaskan penolakan terhadap segala bentuk penjajahan, intervensi, dan kriminalisasi terhadap negara lain.

“Kami mendukung kedaulatan penuh setiap bangsa untuk mengatur rumah tangganya sendiri serta mendorong dialog demi keamanan dan perdamaian internasional,” tutupnya.

REDAKSI | SIAR POST

Exit mobile version