“Semua ini menunjukkan bahwa perjuangan belum padam. Kita masih berdiri di barisan perjuangan untuk 1,7 juta masyarakat Pulau Sumbawa,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pulau Sumbawa memiliki potensi besar, termasuk sumber daya alam strategis yang menjadi salah satu indikator kelayakan pemekaran wilayah.
Dalam kesempatan itu, Sahril juga menyampaikan kebanggaannya terhadap keterlibatan perempuan dalam gerakan PPS.
“Saya bangga dengan Kartini-Kartini PPS yang hadir dan menjadi garda terdepan perjuangan ini,” ucapnya.
Dalam waktu dekat, Presidium Aliansi PPS dijadwalkan kembali ke Jakarta untuk memastikan agenda diskusi publik Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Desain Besar Penataan Daerah di Kemendagri dapat segera dilaksanakan.
“Desain besar penataan daerah ini harus kita desak. Provinsi Pulau Sumbawa adalah salah satu daerah yang layak dan prioritas untuk dimekarkan,” pungkas Sahril.
Pelantikan Aliansi PPS se-Pulau Sumbawa ini sekaligus menjadi titik awal konsolidasi besar menjelang diskusi publik, yang diharapkan menjadi pintu masuk percepatan lahirnya Provinsi Pulau Sumbawa.
Redaksi | SIARPOST
