LOMBOK TENGAH, SIARPOST – Minggu, 18 Januari 2026 menjadi momentum penting dalam perjalanan ekonomi kerakyatan di Desa Puyung, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah.
Koperasi Unit Desa (KUD) Tara secara resmi memulai proses transformasi menjadi Koperasi Konsumen Syariah Tara Mandiri, melalui sebuah pertemuan besar yang dihadiri ribuan warga.
Pertemuan yang digelar sejak pukul 08.00 WITA tersebut diikuti ratusan anggota koperasi, tokoh masyarakat, pengurus koperasi lintas jenjang, serta perwakilan dinas koperasi setempat.
Antusiasme masyarakat tampak tinggi, menandai besarnya harapan terhadap perubahan arah koperasi yang telah puluhan tahun menjadi bagian dari denyut ekonomi Desa Puyung.
Kepala Desa Puyung dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas langkah berani KUD Tara yang memilih bertransformasi ke sistem syariah. Menurutnya, koperasi telah lama menjadi tulang punggung ekonomi desa, dan perubahan ini diyakini akan memperluas manfaat sekaligus memperkuat nilai-nilai keadilan dan kebersamaan.
“Koperasi Tara sudah lama menjadi penggerak ekonomi warga. Transformasi ke koperasi syariah diharapkan memberi manfaat yang lebih luas dan selaras dengan nilai yang dianut mayoritas masyarakat,” ujarnya.
Komitmen kuat juga disampaikan oleh Drs. H. Pahrurozi, selaku Ketua Koperasi Konsumen Syariah Tara Mandiri yang baru. Ia menegaskan bahwa tahun 2026 menjadi titik awal pembenahan menyeluruh, baik dari sisi struktur organisasi, sistem kerja, hingga program usaha koperasi.
“Kami membuka dan membongkar sistem lama untuk disempurnakan. Semua ini demi menyukseskan transformasi koperasi yang benar-benar berpihak pada anggota dan masa depan bersama,” tegasnya.
Menurut Pahrurozi, konsep koperasi konsumen syariah dipilih karena menawarkan sistem transaksi yang aman, transparan, dan sesuai prinsip syariah.
Selain itu, koperasi syariah dinilai lebih inklusif dan mampu mendorong partisipasi ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Sejumlah agenda strategis telah disiapkan, mulai dari pembentukan unit usaha berbasis syariah, pelatihan pengurus dan anggota, hingga penyusunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) baru yang sesuai dengan regulasi koperasi syariah.
Salah satu pembina koperasi yang telah mendampingi KUD Tara selama 13 tahun turut mengenang perjalanan panjang koperasi tersebut.
Ia menyebut KUD Tara sebagai salah satu koperasi yang mampu bertahan di tengah banyaknya koperasi desa yang mati suri.
“Dari 27 KUD di Lombok Tengah, hanya 11 yang masih aktif, dan Alhamdulillah KUD Tara salah satunya. Ini bukti bahwa koperasi ini punya fondasi kuat,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan capaian positif koperasi dalam beberapa bulan terakhir sebelum transformasi. Dalam kurun waktu tiga bulan, koperasi mampu membukukan hasil usaha hampir Rp60 juta.
Bahkan, pada puncak aktivitas, koperasi bisa meraih pendapatan hingga Rp6 juta per hari melalui program MBG (Mitra Bisnis Gotong Royong) Tara.
Program MBG Tara sendiri menjadi unggulan koperasi dengan menggandeng pelaku usaha lokal untuk memasarkan produk masyarakat, mulai dari hasil pertanian olahan, kerajinan tangan, hingga kebutuhan konsumsi harian.
Dengan sistem syariah, program ini ditargetkan tumbuh lebih besar dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Dukungan penuh juga datang dari anggota koperasi. Siti Aminah, anggota koperasi selama delapan tahun, berharap transformasi ini membawa manfaat jangka panjang, tidak hanya secara ekonomi, tetapi juga nilai moral bagi generasi berikutnya.
“Kami ingin koperasi ini memberi keberkahan, bukan hanya keuntungan. Supaya anak cucu kami bisa merasakan manfaatnya,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, pengurus juga memaparkan sejumlah rencana kerja ke depan, di antaranya pendaftaran ulang anggota, pendirian kantor baru berbasis layanan syariah, sosialisasi ke seluruh dusun, kerja sama dengan lembaga keuangan syariah, serta pengembangan produk berbasis potensi lokal Desa Puyung.
Acara ditutup dengan doa bersama dan penandatanganan nota kesepahaman antara pengurus baru dan tokoh masyarakat.
Transformasi KUD Tara menjadi Koperasi Konsumen Syariah Tara Mandiri diharapkan menjadi tonggak baru penguatan ekonomi desa yang adil, berkelanjutan, dan berlandaskan nilai-nilai syariah.
REDAKSI | SIARPOST
