Video Viral Kejar-kejaran di SMKN 1 Dompu, Kapolres Tegaskan Pelaku Perkelahian Sudah Diamankan

DOMPU, SIAR POST — Kapolres Dompu, AKBP Sodikin Fahrojin Nur, SIK, memberikan penjelasan resmi terkait video viral yang beredar luas di media sosial dan sempat memicu kekhawatiran publik soal dugaan aksi premanisme di lingkungan sekolah.

Saat dikonfirmasi media ini pada Kamis (29/1/2026), Kapolres menegaskan bahwa peristiwa dalam video tersebut bukan aksi preman bersenjata tajam, melainkan perkelahian antar pelajar yang masih satu sekolah, yakni SMK Negeri 1 Dompu.

“Kejadian itu adalah perkelahian antar pelajar satu sekolah. Untuk pelaku, satu orang sudah kami amankan,” jelas AKBP Sodikin.

Berdasarkan hasil penelusuran awal pihak kepolisian, insiden bermula ketika korban menegur pelaku yang mengendarai sepeda motor secara ugal-ugalan di sekitar lingkungan sekolah. Teguran tersebut tidak diterima oleh pelaku.

Merasa tersinggung, pelaku kemudian pergi dan kembali lagi bersama sejumlah rekannya, lalu melakukan penyerangan terhadap korban, yang memicu keributan dan aksi kejar-kejaran sebagaimana terekam dalam video viral.

“Karena tidak terima ditegur, pelaku membawa temannya dan kembali menyerang korban,” ungkap Kapolres.

Kapolres memastikan bahwa satu orang pelaku telah diamankan, sementara polisi masih mendalami keterlibatan pihak lain serta mengumpulkan keterangan saksi untuk memastikan kronologi secara utuh.

Keterangan dari Kapolres Dompu menjelaskan bahwa masyarakat agar tidak mudah menyimpulkan informasi dari potongan video di media sosial, karena dapat memicu kesalahpahaman dan keresahan publik.

Sebelumnya, video yang diunggah akun Facebook Maudy Odie menampilkan siswa dan guru mengejar sejumlah orang hingga ke jalan raya.

Dalam narasi dan kolom komentar, kejadian itu disebut sebagai aksi preman yang masuk sekolah saat jam pelajaran dan diduga membawa senjata tajam.

Namun, dengan klarifikasi resmi dari Kapolres Dompu, informasi tersebut diluruskan agar tidak berkembang menjadi opini yang menyesatkan.

Polres Dompu mengajak semua pihak, khususnya pelajar, untuk menyelesaikan persoalan secara bijak dan melalui jalur hukum, serta menjaga lingkungan sekolah tetap aman dan kondusif.

Kasus ini masih dalam penanganan Polres Dompu.

Redaksi | SIAR POST

Exit mobile version