Ketua DPRD Dompu di Forum Mbolo Weki: Saatnya Suarakan Identitas Suku Dompu, Jangan Hanya Bicara Sasambo

Mataram, SIAR POST — Ketua DPRD Dompu, Ir. Muttakun, menegaskan pentingnya momentum Forum Mbolo Weki Dou Dompu sebagai titik awal gerakan yang lebih terstruktur dan masif dalam menyuarakan identitas serta eksistensi Suku Dompu.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Forum Mbolo Weki Dou Dompu di Mataram, Sabtu (7/2/2026). Menurutnya, upaya mengangkat kembali identitas Suku Dompu sejatinya sudah lama diperjuangkan sejumlah pemerhati budaya, namun belum terorganisir secara kuat.

“Saudara saya seperti Dae Yeyen, Dae Dau dan banyak pemerhati budaya yang sejak awal mencoba mengungkap dan menyuarakan identitas Suku Dompu, itu patut kita hargai. Forum ini sudah mewakili gerakan-gerakan sebelumnya yang belum terstruktur dan belum masif,” ujar Muttakun.

Ia berharap forum tersebut tidak berhenti sebagai seremoni semata, melainkan menjadi awal dari langkah lanjutan yang lebih konkret.

“Saya ingin momentum Forum Mbolo Weki Dou Dompu ini benar-benar menjadi titik awal gerakan yang lebih besar ke depan. Untuk kita semua menyuarakan identitas Suku Dompu dan menegaskan bahwa eksistensi itu memang ada,” tegasnya.

Menurut Muttakun, jika berbicara soal pengakuan, dokumen dan catatan sejarah Dompu sejatinya sudah tersedia, baik secara tersurat maupun tersirat dalam berbagai literatur dan arsip sejarah.

“Kalau kita mau menyuarakan ini, sebenarnya dokumen pendukung dan catatan sejarah itu ada. Tinggal bagaimana kita menyatukan persepsi dan memperkuat langkah,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Muttakun juga menyinggung narasi kebudayaan di tingkat Provinsi NTB yang selama ini kerap menyebut istilah “Sasambo” (Sasak, Samawa, Mbojo). Ia menilai Dompu sering kali tidak disebut secara eksplisit dalam kerangka tersebut.

“Kita semua merasa kecil hati ketika Pemprov NTB berbicara tentang daerah, mohon maaf, hanya melihat Sasambo. Dalam Sasambo itu tidak ada Dompu. Salah kami juga kenapa tidak bersuara,” ungkapnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat Dompu menjadikan forum tersebut sebagai momentum kebangkitan bersama, termasuk menuju rencana Deklarasi Suku Dompu yang akan digelar pada 11 April mendatang, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Dompu.

“Kalau gerakan ini mengarah pada deklarasi Suku Dompu saat HUT Dompu nanti, itu luar biasa. Ini momentum besar bagi kita,” ujarnya.

Meski demikian, Muttakun menekankan bahwa secara konstitusional negara sebenarnya telah mengakui eksistensi Dompu. Ia merujuk pada pengakuan historis dan administratif atas kelahiran serta keberadaan Dompu sebagai daerah yang memiliki akar kesultanan.

“Negara sudah mengakui sebenarnya. Tinggal bagaimana kita di Dompu menyepakati dan memperkuat posisi ini. Mari kita dorong agar Pemprov tidak hanya berbicara Sasambo saja. Mana Dompunya?” katanya.

Forum Mbolo Weki Dou Dompu sendiri menjadi ruang konsolidasi besar warga Dompu di perantauan, melibatkan akademisi, tokoh adat, pemerhati budaya, hingga unsur pemerintah daerah. Forum ini membahas sejarah, entitas, serta penguatan identitas budaya Dompu dalam bingkai kebudayaan NTB dan Indonesia.

Dengan dukungan Ketua DPRD Dompu, gerakan peneguhan identitas ini diharapkan tidak hanya menjadi wacana kultural, tetapi juga mendapatkan perhatian dalam kebijakan daerah, pendidikan, serta pengakuan formal dalam narasi kebudayaan di Nusa Tenggara Barat.

Redaksi | SIAR POST

Exit mobile version