Lombok Utara, SIARPOST — Kualitas trofi dan medali pada ajang Liga 4 tingkat Provinsi NTB menuai kritik dari jajaran PSSI KLU. Sekretaris PSSI KLU, Budiawan, menyampaikan kekecewaan manajemen klub dan Askab terhadap penghargaan yang disiapkan panitia pelaksana kompetisi di bawah naungan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia melalui Asprov PSSI NTB, Jum’at, (13/02/2026).
Dalam wawancara, Budiawan menegaskan bahwa trofi dan medali bukan sekadar pelengkap seremoni, melainkan simbol resmi capaian klub dan pemain setelah melalui rangkaian pertandingan kompetitif.
“Ini bukan hanya soal ada atau tidaknya trofi dan medali. Karena ini kompetisi resmi format Liga 4 level provinsi, maka penghargaan itu sepantasnya disiapkan secara layak. Minimal sesuai standar kompetisi,” ujarnya.
Ia menilai bentuk dan ukuran trofi serta medali yang diberikan belum mencerminkan nilai kompetisi. Padahal, menurutnya, aspek penghargaan sangat berpengaruh terhadap motivasi pemain dan klub peserta.
Sekertaris PSSI KLU Budiawan juga menyoroti, belum adanya skema hadiah atau reward bagi klub juara dan tim berprestasi dalam beberapa musim terakhir Liga 4 NTB. Kondisi itu disebut perlu menjadi bahan evaluasi menyeluruh panitia pelaksana.
“Hadiah atau reward itu penting sebagai pemicu semangat. Bukan hanya untuk satu klub, tapi seluruh peserta. Ke depan, semua aspek liga harus dipersiapkan matang, termasuk penghargaan,” tegasnya.
Di sisi lain, juru bicara Gubernur NTB, Ahsanul Khalik, mengatakan bahwa sebelumnya Gubernur NTB juga telah menyediakan hadiah untuk para pemain yang juara, dan pada hari H hadiah tersebut dibawa ke lokasi final.
“Tapi infonya yang bawa hadiah itu ditolak masuk oleh panitia dengan alasan tidak ada koordinasi dari awal,” ujarnya saat diwawancarai melalui whatsapp.
Namun ia menegaskan bahwa informasi ini masih dalam tahap pendalaman agar tidak terjadi kesalahan informasi dan pemberitaan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari panitia pelaksana terkait standar trofi dan medali maupun kronologi penyerahan hadiah tersebut.
Evaluasi penyelenggaraan Liga 4 NTB pun mulai didorong agar kualitas kompetisi sejalan dengan profesionalisme pengelolaan.(Niss)
