Penerima Bantuan Pangan KLU Melonjak 54 Persen, Efek Perluasan Data Bukan Lonjakan Kemiskinan

Lombok Utara,SIARPOST – Lonjakan jumlah penerima bantuan pangan di Kabupaten Lombok Utara (KLU) menjadi sorotan. Namun di balik angka kenaikan hingga 54 persen, pemerintah memastikan kondisi itu bukan karena bertambahnya warga miskin, melainkan akibat perubahan kebijakan pendataan penerima.

Kepala Dinas Pertanian KLU, Tresnahadi, mengungkapkan jumlah penerima bantuan kini mencapai 8.996 orang untuk alokasi terbaru. Angka tersebut meningkat signifikan dibanding periode Oktober–November 2025.

“Ini bukan karena kemiskinan meningkat. Dulu hanya desil 1 sampai 3 yang menerima, sekarang diperluas menjadi desil 1 sampai 5. Jadi otomatis jumlah penerima bertambah,” ujarnya saat diwawancarai.

Perluasan kriteria ini justru disambut positif. Menurut Tresnahadi, bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng sangat dinantikan masyarakat, terutama menjelang momen hari besar keagamaan.

Untuk alokasi Februari dan Maret, setiap penerima mendapatkan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan. Artinya, dalam dua bulan, total bantuan yang diterima mencapai 20 kilogram beras dan 4 liter minyak.

“Ini sangat membantu, apalagi menjelang Idulfitri. Masyarakat tentu merasa terbantu untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Selain meringankan beban warga, bantuan ini juga diyakini berdampak langsung pada pengendalian inflasi daerah. Komoditas beras dan minyak goreng selama ini menjadi penyumbang utama fluktuasi harga.

“Dengan adanya bantuan ini, tentu bisa menekan inflasi karena dua komoditas utama itu langsung disalurkan ke masyarakat,” tambahnya.

Namun, penyaluran bantuan dipastikan belum bisa dilakukan sebelum Lebaran. Pemerintah masih menunggu kesiapan distribusi dari Bulog, termasuk proses pelabelan agar bantuan tidak diperjualbelikan.

“Harapannya sebelum Lebaran, tapi kemungkinan setelah Lebaran, sekitar 25 Maret mulai disalurkan,” jelas Tresnahadi.

Sementara itu, Pimpinan Wilayah Bulog NTB, Mara K. Siregar, menyebutkan distribusi bantuan di NTB terus berjalan dengan pengawasan ketat. Khusus di Lombok Utara, jumlah penerima mencapai sekitar 58 ribu keluarga dengan total penyaluran sekitar 580 ton beras.

“Alhamdulillah berjalan lancar. Ini kita kawal untuk alokasi Februari dan Maret agar tepat sasaran,” ujarnya.

Secara keseluruhan, jumlah penerima bantuan pangan di NTB juga mengalami lonjakan besar, dari sekitar 580 ribu menjadi lebih dari 868 ribu penerima. Kenaikan ini sejalan dengan kebijakan perluasan desil penerima.

Meski sempat tertunda akibat libur panjang, Bulog menargetkan distribusi kembali berjalan normal mulai 26 Maret di seluruh wilayah NTB.

“Harapannya bantuan ini tidak hanya membantu masyarakat, tapi juga mendukung rantai pasok beras di daerah,” kata Mara.

Dengan penyaluran yang terus dikebut, bantuan pangan ini diharapkan menjadi bantalan ekonomi masyarakat, tidak hanya untuk kebutuhan Lebaran Topat, tetapi juga untuk menjaga stabilitas konsumsi harian di tengah tekanan harga.(Niss)

Exit mobile version