Lombok Utara,SIARPOST– Ribuan guru honorer di Lombok Utara yang kini berstatus PPPK paruh waktu masih harus bersabar menanti kepastian gaji. Janji penghasilan Rp1 juta per bulan memang sudah di depan mata, namun realisasinya masih bergantung pada pembahasan APBD Perubahan.
Kepala Dinas Dikbudpora Lombok Utara, M. Najib, mengungkapkan bahwa sebagian besar guru yang sebelumnya dihonor melalui dana BOS kini telah masuk skema PPPK paruh waktu. Perubahan status ini membawa konsekuensi baru, terutama dalam hal penganggaran gaji.
“Sekarang guru-guru yang dulunya honorer yang diangkat lewat sekolah, itu hampir semuanya sudah masuk paruh waktu. Untuk sementara, gaji mereka akan kita anggarkan di APBD Perubahan, dan insyaAllah sesuai komitmen, mereka menerima Rp1 juta per bulan,” ujarnya.
Namun, kapan gaji tersebut benar-benar cair masih menjadi tanda tanya. Najib menegaskan, semuanya sangat bergantung pada kecepatan pembahasan APBD Perubahan.
“Kalau pembahasan cepat, realisasinya juga bisa lebih cepat. Tapi kalau lambat, ya otomatis mundur,” katanya.
Di tengah ketidakpastian ini, sempat muncul kebingungan di kalangan guru terkait sumber pembayaran gaji. Banyak yang mengira gaji akan tetap diambil dari dana BOS. Najib meluruskan bahwa skema tersebut hanya bersifat opsional dan sementara.
Ia menjelaskan, Kementerian Pendidikan memang memberi kelonggaran penggunaan dana BOS untuk menggaji guru, tetapi dengan syarat tertentu, termasuk adanya pengajuan resmi dari pemerintah daerah.
Meski begitu, Pemkab Lombok Utara lebih cenderung memilih APBD sebagai sumber utama pembayaran. Alasannya sederhana: tidak semua sekolah memiliki kemampuan yang sama.
“Sekolah dengan jumlah siswa banyak mungkin mampu, tapi yang siswanya sedikit tentu akan kesulitan memenuhi standar Rp1 juta. Itu yang kita pikirkan, supaya tidak timpang,” tegasnya.
Dalam masa transisi ini, Najib meminta para guru untuk tetap bersabar. Ia menyebut proses penyesuaian regulasi memang tidak bisa instan.
“Ini fase transisi. Kita sedang menyesuaikan dengan regulasi yang ada. Jadi kami harapkan para guru bisa bersabar dulu,” pungkasnya.(Niss)
