Mesin Nelayan Raib di Siang Bolong, Terbongkar Lewat Jejak Penadah

Lombok Utara, SIAR POST — Kasus pencurian mesin boat yang meresahkan nelayan di Kecamatan Tanjung akhirnya terkuak. Bukan dari aksi kejar-kejaran dramatis, melainkan dari pelacakan senyap yang berujung pada satu titik lemah: penadah.

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lombok Utara melalui Tim Puma membongkar praktik pencurian mesin perahu yang sempat membuat nelayan waswas. Dua pelaku utama bersama dua penadah kini diamankan setelah polisi menelusuri alur perpindahan barang curian.

Kasus ini bermula dari hilangnya mesin boat milik Sudianto (41) di pesisir Dusun Teluk Dalem , Desa Medana,kec Tanjung Sabtu (28/3/2026) sore. Saat itu, korban baru saja hendak melaut, namun mendapati mesin Yamaha 15 PK miliknya sudah tidak lagi terpasang di perahu.

Kerugian yang ditaksir mencapai Rp30 juta itu langsung dilaporkan ke pihak kepolisian. Dari laporan tersebut, penyelidikan bergerak cepat, namun bukan langsung menyasar pelaku utama.

Petugas justru lebih dulu menemukan jejak mesin yang sudah berpindah tangan. Dari sinilah simpul kasus mulai terbuka.

Kasat Reskrim Polres Lombok Utara, IPTU I Komang Wilandra, mengungkapkan bahwa penadah menjadi pintu masuk pengungkapan. Mesin boat yang dicuri terlacak berada di tangan salah satu warga di Desa Medana.

“Dari penadah, kami kembangkan hingga mengarah ke pelaku utama,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Alih-alih melakukan penangkapan paksa, polisi memilih pendekatan persuasif dengan melibatkan keluarga pelaku. Strategi ini membuahkan hasil. Dua pemuda, J(18) dan MAH (19), akhirnya menyerahkan diri secara kooperatif ke Polres Lombok Utara dan mengakui perbuatannya.

Tak berhenti di situ, polisi juga mengamankan dua penadah, S(43) dan Saf (50), yang diduga berperan dalam rantai distribusi barang curian.

Sejumlah barang bukti turut disita, termasuk mesin boat, telepon genggam, serta barang lain yang berkaitan dengan aksi pencurian tersebut.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa kejahatan tidak hanya berhenti pada pelaku lapangan, tetapi juga melibatkan rantai lain yang membuat barang curian tetap bernilai. Dalam banyak kasus, penadah justru menjadi kunci pembongkaran.

Kini, keempat pelaku telah diamankan di Mapolres Lombok Utara dan tengah menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi pun mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama di wilayah pesisir yang rawan menjadi sasaran pencurian.(Niss)

Exit mobile version