Konser Dewa 19 di Dompu Tuai Sorotan, Sekda Tegaskan “Murni Swasta”, Dampak Ekonomi Masih Dipertanyakan

DOMPU, NTB (SIAR POST) – Euforia konser band legendaris Dewa 19 yang digelar di Lapangan Dompu pada Jumat malam (3/4/2026) masih menyisakan tanda tanya, khususnya terkait dampak ekonomi bagi daerah.

Konser yang menghadirkan pentolan Dewa 19, Ahmad Dhani, disebut-sebut menjadi magnet besar bagi masyarakat. Ribuan penonton memadati lokasi acara dalam rangka memeriahkan HUT Kabupaten Dompu.

Namun, di balik kemeriahan tersebut, muncul perbedaan narasi antara klaim dampak ekonomi dan penjelasan resmi pemerintah daerah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Dompu, H. Khairul Insyan, saat diwawancarai menegaskan bahwa konser tersebut sepenuhnya merupakan inisiatif pihak swasta, bukan program resmi Pemda.

“Itu murni pihak swasta yang menyelenggarakan. Tidak ada satu sen pun APBD yang disentuh,” tegasnya.

Ia menjelaskan, keterlibatan Pemerintah Kabupaten Dompu hanya sebatas memberikan atensi, khususnya dalam menjaga kebersihan dan memastikan keamanan selama kegiatan berlangsung.

Menurutnya, pihak Event Organizer (EO) sebelumnya sempat melakukan koordinasi dengan Pemda. Dalam pertemuan itu, Pemda hanya memberikan saran agar penyelenggara berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait demi menjamin keamanan dan menciptakan kesan positif bagi pengunjung.

“Kami hanya menyarankan agar keamanan terjamin dan memberikan kesan bahwa Dompu aman dan ramah bagi siapa pun,” ujarnya.

Sekda juga menegaskan bahwa keterlibatan pelaku Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (KUKM/UMKM) sepenuhnya menjadi kewenangan penyelenggara, bukan difasilitasi oleh pemerintah daerah.

Namun demikian, hingga saat ini belum ada laporan resmi atau data terukur terkait dampak ekonomi dari konser tersebut, baik terhadap sektor pariwisata maupun UMKM lokal.

Hal ini menjadi sorotan, mengingat dalam pemberitaan sebelumnya disebutkan bahwa konser tersebut mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

Sejumlah pedagang kuliner, minuman, hingga produk kerajinan dikabarkan mengalami peningkatan omzet selama acara berlangsung. Selain itu, sektor jasa seperti parkir dan transportasi lokal juga disebutlokalisasi terdampak positif.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan: apakah konser berskala besar seperti ini benar-benar memberikan efek multiplier bagi perekonomian daerah, atau hanya menguntungkan pihak swasta semata?

Sejumlah pelaku UMKM berharap ke depan pemerintah dapat lebih terlibat dalam memastikan event-event besar tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Minimnya data dan transparansi terkait dampak ekonomi konser ini menjadi catatan penting bagi Pemerintah Kabupaten Dompu, agar ke depan setiap kegiatan besar dapat terukur kontribusinya terhadap pendapatan daerah dan pemberdayaan ekonomi lokal. (Red)

Exit mobile version