Ia juga mendorong adanya insentif bagi daerah yang konsisten menjaga lahan sawahnya tetap produktif, baik dalam bentuk dukungan anggaran, pembangunan infrastruktur pertanian, maupun akses teknologi dan pasar bagi petani.
“Perlindungan lahan tidak cukup hanya dengan pembatasan. Harus ada insentif dan dukungan nyata agar petani tetap sejahtera dan mau mempertahankan lahannya,” tambahnya.
Mengakhiri pernyataannya, Haji Maman mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk melihat kebijakan ini sebagai bagian dari kepentingan jangka panjang bangsa.
“Ini bukan hanya soal regulasi, tetapi soal komitmen bersama untuk menjaga masa depan pangan kita. Dengan pendekatan yang adaptif dan berbasis data, saya optimistis kebijakan ini bisa berjalan efektif dan berkeadilan,” tutupnya. (Red)
