154 Jemaah Haji Lombok Utara Siap Berangkat, Pemda Fokus pada Keamanan dan Kebugaran Perjalanan

Lombok Utara,SIARP0ST — Persiapan pemberangkatan jemaah haji di Lombok Utara tahun ini tidak sekadar soal seremoni pelepasan. Pemerintah daerah justru menaruh perhatian pada detail teknis yang sering luput dari sorotan: keselamatan perjalanan dan kondisi fisik jemaah sejak awal keberangkatan hingga kembali ke daerah. Selasa, 21/04/2026.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, H. Sudirman, menegaskan bahwa koordinasi lintas instansi sudah dilakukan sejak jauh hari. Pemerintah daerah mengumpulkan seluruh pihak yang terlibat mulai dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, hingga unsur TNI dan Polri untuk memastikan pengawalan berjalan terstruktur dan minim risiko.

“Ini bukan hanya soal memberangkatkan, tapi bagaimana memastikan jemaah berangkat dalam kondisi aman dan pulang tetap sehat,” ujarnya.

Rapat koordinasi yang digelar pada 31 Maret lalu menghasilkan kesepakatan penting: penetapan rute perjalanan yang dirancang khusus untuk menjaga kenyamanan dan kebugaran jemaah. Langkah ini diambil untuk menghindari kelelahan berlebih, terutama mengingat mayoritas jemaah merupakan kelompok usia rentan.

Sebanyak 154 jemaah akan diberangkatkan tahun ini, termasuk satu orang pendamping dari KBIH. Untuk mobilisasi, pemerintah menyiapkan tiga bus besar berkapasitas 45 orang dan satu bus kecil berkapasitas 30 orang. Seluruh armada disesuaikan agar perjalanan tetap lega dan tidak memicu kelelahan selama perjalanan menuju embarkasi.

Pelepasan dijadwalkan berlangsung pada 7 Mei di Islamic Center Lombok Utara, diawali dengan salat Subuh berjamaah. Sementara penerbangan menuju Tanah Suci dijadwalkan sehari setelahnya, pada 8 Mei, melalui asrama haji.

Selain aspek transportasi, perhatian juga difokuskan pada identitas dan pengawasan jemaah. Pemerintah daerah telah menyiapkan rompi khusus sebanyak 154 buah sebagai penanda identitas daerah, yang diharapkan memudahkan pengawasan dan koordinasi selama di Tanah Suci.

Pendampingan langsung juga menjadi salah satu strategi. Seorang pembimbing dari KBIH Az-Zaitun, Tuan Guru Haji Abdul Azis, akan ikut mendampingi jemaah hingga ke Arab Saudi, memastikan bimbingan ibadah berjalan optimal.

Di sisi lain, aspek kesehatan menjadi perhatian serius. Dua tenaga medis disiapkan untuk mengawal kondisi jemaah, yakni dr. Taufik Abidin dari Puskesmas Nipah dan perawat Haji Munawar dari Puskesmas Bayan. Seluruh jemaah juga telah mengikuti manasik haji serta bimbingan kesehatan, dan saat ini tengah menyelesaikan tahapan vaksinasi.

Dengan pendekatan yang lebih teknis dan menyeluruh, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara mencoba memastikan bahwa perjalanan ibadah ini tidak hanya khusyuk secara spiritual, tetapi juga aman secara fisik sebuah upaya yang menunjukkan bahwa ibadah haji bukan sekadar keberangkatan, melainkan perjalanan yang harus direncanakan dengan matang dari awal hingga akhir.(Niss)

Exit mobile version