Empat Hari Hilang, Anak di Lombok Utara Ditemukan Selamat: Polisi Ingatkan Pentingnya Komunikasi Orang Tua

Lombok Utara, SIARPOST – Peran cepat Bhabinkamtibmas Desa Sambik Elen kembali terasa nyata saat membantu sebuah keluarga yang dilanda kepanikan setelah anak mereka diduga kabur dari rumah selama empat hari tanpa kabar.

Peristiwa ini terjadi di Dusun Sambik Elen 1, Desa Sambik Elen, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Pada Jumat malam, 1 Mei 2026 sekitar pukul 22.00 Wita, Bripka L. Budi S mendampingi proses penjemputan sekaligus penyerahan anak tersebut kepada keluarganya setelah berhasil ditemukan di wilayah Rempung, Kabupaten Lombok Timur.

Kejadian bermula ketika sang anak meninggalkan rumah usai mendapat teguran dari ayahnya terkait persoalan sekolah. Kepergian tanpa kabar itu membuat keluarga panik dan khawatir akan keselamatannya.

Merasa situasi semakin mengkhawatirkan, pihak keluarga kemudian melapor kepada Bhabinkamtibmas Desa Sambik Elen dan meminta bantuan untuk melacak keberadaan anak tersebut.

Menanggapi laporan itu, Bripka L. Budi S langsung bergerak cepat. Ia berkoordinasi dengan keluarga dan meminta nomor telepon anak tersebut untuk dilakukan pelacakan.

Setelah berhasil menjalin komunikasi, diketahui bahwa anak itu berada di wilayah Rempung, Lombok Timur.

Tanpa menunggu lama, sekitar pukul 13.00 Wita, Bhabinkamtibmas bersama pihak keluarga langsung menuju lokasi. Setelah dipastikan keberadaannya, anak tersebut berhasil ditemukan dalam kondisi sehat dan selamat, lalu dibawa pulang ke rumah.

Kapolsek Bayan, I Wayan Cipta Naya, menegaskan bahwa kejadian seperti ini menjadi pengingat penting bagi orang tua untuk lebih membangun komunikasi yang sehat dengan anak, terutama saat menghadapi persoalan pendidikan dan pergaulan.

Menurutnya, pendekatan yang bijak jauh lebih efektif dibandingkan teguran yang membuat anak merasa tertekan atau memilih pergi dari rumah.

“Orang tua diharapkan dapat membangun komunikasi yang baik dan memberikan pendekatan yang bijak kepada anak agar mereka merasa nyaman menyampaikan permasalahan yang dihadapi. Pengawasan dan perhatian keluarga sangat penting untuk mencegah anak mengambil keputusan yang dapat membahayakan dirinya,” ujarnya.

Kasus ini menjadi gambaran bahwa persoalan keluarga yang terlihat sederhana dapat berkembang menjadi situasi serius jika tidak ditangani dengan komunikasi yang tepat.

Kehadiran polisi di tengah masyarakat pun kembali membuktikan bahwa tugas mereka bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi penengah dalam persoalan sosial yang menyentuh kehidupan warga sehari-hari.( Niss)

Exit mobile version