SUMBAWA BARAT, NTB (SIAR POST) | Aliansi Masyarakat Bela Negara (AMBN) Sumbawa Barat, NTB, menolak penyebarluasan dan kegiatan Nonton Bareng (Nobar) Film Dokumenter, Pesta Babi. AMBN menyerukan kepada TNI Polri dan Pemerintah setempat segera melakukan pembubaran kegiatan tersebut.
“Kami minta TNI, Pemda dan Polri segera membubarkan aktivitas Nobar film itu. Film itu ilegal, dan bukan karya seni, tapi berisi agitasi, propaganda yang memicu konflik suku, agama dan ancaman terhadap disintegrasi bangsa, “kata, Sekretaris AMBN, Fikri Insani, kepada wartawan, hari ini.
Aliansi ini mencurigai ada agenda terselubung dibalik pembuatan film ini. Terlebih lagi didukung dan didanai lembaga international seperti Wachdog dan Greenpeace.
Isi film yang memframing seolah negara melakukan tindakan kolonialiasasi terhadap suku adat Papua melalui tangan TNI. Ini merupakan adu domba dan propaganda busuk yang mendeligitimasi peran dan tugas TNI sebagai penjaga kedaulatan dan pertahanan negara.
Film itu tidak berisi informasi berimbang, utuh dan mewakili kepentingan dan persepsi masyarakat Papua. Apalagi, Judul dan simbol Babi dan agama tertentu kurang elok dipertontonkan di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat, yang mayoritas muslim.
“Pesta babi itukan simbol yang kurang bisa diterima dikalangan masyarakat kita. Masyarakat kita tidak semua memiliki pengetahuan dan penalaran seperti kita, tentu ini sangat berbahaya dan memicu konflik yang merugikan kondusifitas daerah,” Timpal Fikri.
Sebelumnya, AMBN yang dipimpin ketua Andy Saputra telah berkoordinasi dengan Kantor Kesatuan Bangsa Dalam Negeri (Kesbangpoldagri) Sumbawa Barat, guna mendaftar aliansi ini secara resmi.
Aliansi ini berdiri dan didukung lintas kalangan. Mulai dari NGO, aktivis, tokoh pemuda, Pers, tokoh masyarakat dan tokoh agama. (Red)
