BIMA, SIAR POST – Kasus gizi buruk kembali ditemukan di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Seorang balita berusia 3 tahun asal Desa Dore, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, dilaporkan mengalami kondisi memprihatinkan dengan berat badan hanya 5 kilogram dan kini menjalani perawatan di RS Sondosia.
Balita tersebut diketahui bernama Nur Fauziah. Ia berasal dari keluarga kurang mampu dengan orang tua yang bekerja sebagai petani. Kondisi ekonomi keluarga disebut menjadi salah satu faktor yang memperburuk pemenuhan kebutuhan gizi anak.
Lembaga sosial NTBCARE mendesak Pemerintah Provinsi NTB segera turun tangan melakukan Intervensi cepat terhadap kasus tersebut. Menurut NTBCARE, kondisi balita dengan berat badan jauh di bawah standar normal untuk usianya merupakan keadaan darurat yang membutuhkan penanganan medis dan bantuan gizi secara intensif.
“Masa depan anak ini tidak boleh terlambat diselamatkan. Berat badan 5 kilogram di usia 3 tahun adalah kondisi yang sangat memprihatinkan dan membutuhkan tindakan segera,” ujar Yuni Bourhany, Rabu (27/5/2026).
NTBCARE menilai penanganan kasus gizi buruk harus dilakukan secara terkoordinasi antara Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, pemerintah desa, hingga pemerintah daerah agar proses pemulihan anak dapat berjalan maksimal.
Dalam keterangannya, NTBCARE mendesak Pemprov NTB untuk segera melakukan verifikasi lapangan terhadap kondisi balita tersebut, menurunkan tim medis dan tenaga gizi, memastikan bantuan sosial tersalurkan kepada keluarga, serta menyusun langkah pencegahan agar kasus serupa tidak kembali terjadi di daerah lain.
Selain penanganan medis, keluarga balita juga dinilai membutuhkan dukungan sosial dan ekonomi agar pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi anak dapat berkelanjutan.
“Kami tidak bisa menunggu. Ini bukan sekadar angka stunting atau statistik kesehatan, tetapi menyangkut nyawa dan masa depan seorang anak,” tegas Yuni.
NTBCARE juga menyatakan siap berkoordinasi dengan pemerintah daerah maupun pihak terkait untuk mempercepat proses penanganan. Mereka turut mengajak masyarakat agar lebih peduli dan aktif melaporkan jika menemukan kasus serupa di lingkungan sekitar.
Sementara itu, media ini telah mencoba menghubungi Bupati Bima untuk meminta tanggapan terkait kasus tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada respons resmi yang diberikan. (Red)
