Benih untuk Dapur Mandiri: Bhayangkari Lombok Utara Ubah Pekarangan Jadi Sumber Protein Keluarga

Lombok Utara,SIARPOST— Upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga di Lombok Utara kini bergerak dari halaman rumah. Ribuan benih ikan air tawar yang diterima Bhayangkari Cabang Lombok Utara dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Nusa Tenggara Barat menjadi langkah konkret membangun dapur mandiri berbasis pekarangan produktif.

Sebanyak 5.000 benih ikan nila dan 1.000 benih ikan lele disalurkan untuk mendukung pengembangan Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B), sebuah gerakan yang tak sekadar memanfaatkan lahan kosong, tetapi juga mendorong keluarga menciptakan sumber pangan sehat secara mandiri dan berkelanjutan.

Program ini menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat ketahanan pangan dari level rumah tangga. Dengan pendekatan sederhana melalui budidaya ikan air tawar, Bhayangkari Lombok Utara mencoba menghadirkan solusi nyata atas kebutuhan protein keluarga sekaligus membuka peluang ekonomi skala kecil.

Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta, mengatakan benih-benih tersebut akan didistribusikan ke lima Polsek jajaran Polres Lombok Utara, Kelompok Tani Perempuan Desa Dangiang melalui Polsek dan Bhabinkamtibmas setempat, serta anggota Bhayangkari di sekitar Mapolres sebagai lokasi percontohan.

“Program ini kami dorong agar tidak berhenti sebagai kegiatan internal organisasi, tetapi bisa menjadi contoh nyata bagi masyarakat dalam mengelola pekarangan menjadi sumber pangan bergizi yang produktif,” ujarnya.

Menurutnya, budidaya ikan nila dan lele dipilih karena relatif mudah dijalankan di lingkungan rumah, tidak membutuhkan lahan luas, serta hasilnya dapat langsung dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi keluarga.

Lebih dari sekadar budidaya, program ini diharapkan menumbuhkan kesadaran baru bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari langkah kecil di rumah sendiri. Pekarangan yang selama ini tidak termanfaatkan dapat diubah menjadi kolam sederhana yang menghasilkan sumber protein berkualitas.

Kepala Seksi Tawar dan Prayau DKP NTB, Zainal Abidin, menilai kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa penguatan pangan tidak selalu bergantung pada skala besar, melainkan dapat dibangun melalui gerakan kolektif berbasis rumah tangga.

“Ketika pekarangan mampu menghasilkan pangan sendiri, keluarga menjadi lebih mandiri dan masyarakat ikut merasakan dampaknya. Ini yang ingin kami dorong bersama,” katanya.

DKP NTB memilih ikan nila dan lele karena keduanya memiliki daya tahan tinggi, cepat berkembang, serta kaya kandungan protein yang dibutuhkan untuk mendukung pemenuhan gizi keluarga.

Melalui program ini, Bhayangkari Cabang Lombok Utara sedang membangun model ketahanan pangan sederhana namun berdampak nyata dimulai dari kolam-kolam kecil di pekarangan, menuju kemandirian pangan keluarga yang lebih kuat.(Niss)

Exit mobile version