Pulau Sumbawa Terancam Lumpuh 24 Jam Akibat Aksi PPS, NTBCare Keluarkan Imbauan Penting untuk Warga

Pemasangan spanduk di Pelabuhan Poto Tano Sumbawa Barat menandakan aksi besar PPS akan segera digelar. (Foto Ilustrasi).



Sumbawa Barat, SIAR POST – NTBCare mengimbau masyarakat Pulau Sumbawa maupun Pulau Lombok untuk mengantisipasi rencana penutupan total Pelabuhan Poto Tano pada 2 Juni 2026 akibat aksi demonstrasi yang dilakukan oleh PPS.

Penutupan tersebut diperkirakan berlangsung selama 1×24 jam dalam beberapa hari ke depan dan akan berdampak pada lumpuhnya akses transportasi laut dari dan menuju Pulau Sumbawa.


Imbauan ini disampaikan agar masyarakat dapat mempersiapkan perjalanan, distribusi kebutuhan pokok, hingga aktivitas penting lainnya sebelum aksi berlangsung.

NTBCare meminta warga yang memiliki kepentingan mendesak untuk segera menyelesaikan urusan perjalanan sebelum tanggal penutupan.


“Pada tanggal 2 Juni 2026 dipastikan aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Poto Tano akan berhenti total. Karena itu masyarakat diminta mengatur jadwal keberangkatan lebih awal agar tidak terjebak antrean maupun penutupan akses,” demikian imbauan yang disampaikan NTBCare kepada masyarakat, Kamis (28/5/2026).


Meski demikian, NTBCare menegaskan bahwa layanan sosial dan kemanusiaan tetap menjadi prioritas selama aksi berlangsung. Akses untuk ambulans, kendaraan pengangkut pasien, jenazah, serta kendaraan darurat lainnya dipastikan tetap dapat melintas.


NTBCare juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing situasi selama aksi berlangsung. Warga diharapkan tetap menjaga ketertiban serta mengutamakan keselamatan dalam melakukan perjalanan.


Sementara itu, dalam pemberitahuannya, pihak PPS menyampaikan bahwa penutupan dilakukan sebagai bentuk protes terhadap minimnya perhatian pemerintah pusat terhadap persoalan yang mereka perjuangkan.

Bahkan mereka menegaskan tidak ada jaminan aksi hanya berlangsung satu hari apabila belum ada respons maupun komitmen dari pemerintah pusat.


Aksi penutupan Pelabuhan Poto Tano diperkirakan akan berdampak besar terhadap mobilitas masyarakat, distribusi logistik, hingga aktivitas ekonomi antara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.

Karena itu masyarakat diminta terus memantau perkembangan informasi resmi terkait situasi pelabuhan. (Red)

Exit mobile version