Waka BGN Tegaskan Verifikasi Dapur MBG Gratis, Masyarakat Diminta Waspadai Oknum Catut Nama Pejabat

MATARAM, NTB (SIAR POST) – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Irjen Pol. (P) Sony Sanjaya, S.I.K., menegaskan bahwa seluruh proses pengusulan dan verifikasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak dipungut biaya apa pun.

Penegasan tersebut disampaikan Sony Sanjaya saat menghadiri konferensi pers pengungkapan kasus dugaan penipuan pembangunan dapur MBG di Lombok Timur yang menyebabkan kerugian korban mencapai Rp950 juta. Konferensi pers berlangsung di Gedung Rupatama Polda NTB, Jumat (29/5/2026).

Menurut Sony, pihaknya menemukan pola yang sama dalam sejumlah kasus yang mencatut nama pejabat BGN untuk meyakinkan calon korban.

Pelaku umumnya mengaku memiliki hubungan dekat atau relasi dengan pejabat tinggi di lingkungan BGN agar korban percaya dan bersedia menyerahkan sejumlah uang.

“Orang-orang yang punya relasi dengan para pejabat tinggi BGN sering dijadikan alasan oleh oknum tertentu. Namun alhamdulillah, dari beberapa kasus yang langsung saya amati di lapangan tidak muncul adanya keterlibatan personel BGN,” tegas Sony.

Ia mengungkapkan, kasus yang saat ini ditangani Polres Lombok Timur juga menggunakan modus serupa. Terduga pelaku menawarkan bantuan memperoleh titik lokasi pembangunan dapur MBG dan menjanjikan percepatan proses operasional, padahal seluruh mekanisme yang berlaku tidak memerlukan pembayaran.

“Dari kasus ini yang saya dalami, terlapor menggunakan pola yang sama. Saat ini sudah ada satu kasus yang ditangani Polres Lombok Timur,” ujarnya.

Sony menjelaskan, proses verifikasi dapur MBG dilakukan secara digital dan transparan. Mulai dari pendaftaran, verifikasi administrasi, survei lapangan, hingga penilaian kesiapan operasional dilakukan melalui sistem online tanpa pungutan biaya.

“Baik SPPG reguler maupun SPPG di wilayah terpencil tidak dipungut biaya sama sekali. Seluruh proses dilakukan secara online, mulai dari verifikasi, pengecekan kesiapan dapur, survei, hingga penentuan kelayakan operasional,” katanya.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak-pihak yang menawarkan bantuan dengan imbalan uang atau mengaku mampu meloloskan pengajuan dapur MBG karena memiliki kedekatan dengan pejabat BGN.

“Jangan percaya jika ada yang mengatakan bisa membantu dengan alasan punya relasi pejabat BGN atau pihak tertentu. Tidak ada pembayaran dalam proses verifikasi maupun usulan Program Makan Bergizi Gratis,” tegasnya.

Exit mobile version