Demo Dugaan Mafia Solar Subsidi di SPBU Donggo Bolo Ricuh, Massa FRAKSI NTB Mengaku Diintimidasi dan Dipukul

BIMA, NTB (SIAR POST) – Aksi demonstrasi yang digelar Forum Rakyat Sipil (FRAKSI) NTB untuk mengungkap dugaan penyelewengan solar subsidi di SPBU Donggo Bolo, Kabupaten Bima, berlangsung ricuh pada Rabu (10/6/2026).

Sejumlah peserta aksi mengaku mengalami intimidasi hingga dugaan pemukulan saat menyampaikan aspirasi di lokasi SPBU.

Aksi dimulai dengan long march dari Kampus STKIP Taman Siswa Bima menuju SPBU Donggo Bolo. Massa membawa sejumlah tuntutan terkait dugaan penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

Koordinator Lapangan (Korlap) FRAKSI NTB, Bung Edon, mengatakan aksi tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil investigasi lapangan yang dilakukan organisasinya dalam beberapa waktu terakhir.

Menurutnya, tim menemukan dugaan aktivitas pengangkutan solar subsidi dalam jumlah besar menggunakan puluhan jerigen yang kemudian dimuat ke kendaraan pikap hingga truk untuk dibawa keluar dari SPBU.

“Kami menemukan adanya dugaan pengangkutan solar subsidi dalam jumlah besar menggunakan jerigen yang dimuat ke pikap dan truk. Aktivitas ini diduga berlangsung hampir setiap hari. Karena itu kami meminta aparat dan pihak terkait segera turun melakukan pemeriksaan,” ujar Bung Edon.

Ketegangan mulai terjadi saat massa menyampaikan tuntutan di area SPBU. Beberapa peserta aksi mengaku mendapat tekanan dan intimidasi dari oknum yang diduga berkaitan dengan pihak SPBU.

Bahkan, sejumlah demonstran mengklaim mengalami tindakan kekerasan berupa dorongan hingga pemukulan.
Insiden tersebut memicu kemarahan massa yang menilai tindakan tersebut sebagai bentuk upaya membungkam kritik terhadap dugaan penyalahgunaan BBM subsidi.

“Kami datang menyampaikan aspirasi secara terbuka dan damai. Namun yang kami dapatkan justru intimidasi dan dugaan pemukulan terhadap massa aksi. Ini tidak bisa dibenarkan dalam negara demokrasi,” tegas Bung Edon.

Karena tidak memperoleh jawaban maupun klarifikasi dari pihak SPBU Donggo Bolo, massa kemudian mengalihkan aksi dengan melakukan pemblokiran jalan di depan Kampus STKIP Taman Siswa Bima.

Aksi pemblokiran sempat menyebabkan arus lalu lintas tersendat dan menarik perhatian pengguna jalan serta masyarakat sekitar.
FRAKSI NTB menegaskan aksi akan terus berlanjut hingga ada respons resmi dari pihak SPBU maupun langkah konkret dari aparat penegak hukum terkait dugaan penyelewengan solar subsidi yang mereka soroti.

Exit mobile version