Donor Darah Jadi “Alarm” Kesehatan Personel, Bhayangkari Lombok Utara Sambut Hari Bhayangkara ke-80 dengan Aksi Kemanusiaan

Lombok Utara,SIARPOST – Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Kabupaten Lombok Utara tidak hanya diisi dengan agenda seremonial. Bhayangkari Cabang Lombok Utara justru memanfaatkan momentum tersebut untuk mendorong budaya hidup sehat di kalangan personel Polri melalui kegiatan donor darah yang digelar di Unit Pelayanan Transfusi Darah (UPTD) RSUD Lombok Utara, Kamis (18/6).

Di balik aksi kemanusiaan itu, donor darah dipandang bukan sekadar upaya membantu memenuhi kebutuhan stok darah bagi masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi sarana deteksi dini kondisi kesehatan personel Polri dan anggota Bhayangkari sebelum menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta, menjelaskan bahwa setiap calon pendonor wajib menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh sebelum diperbolehkan mendonorkan darahnya. Tahapan tersebut meliputi pemeriksaan tekanan darah, kadar hemoglobin (Hb), riwayat kesehatan hingga skrining sesuai standar pelayanan donor darah.

“Donor darah bukan hanya tentang membantu orang lain, tetapi juga menjadi kesempatan bagi anggota untuk mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini. Ini penting agar personel Polri dan Bhayangkari tetap dalam kondisi prima saat menjalankan tugas,” ujarnya.

Menurut Heny, apabila dalam proses pemeriksaan ditemukan indikasi penyakit tertentu seperti sifilis, HIV maupun tuberkulosis (TB), maka peserta tidak dapat melanjutkan proses donor. Karena itu, donor darah sekaligus menjadi bentuk edukasi kesehatan yang bermanfaat bagi para anggota.

Ia menegaskan, Bhayangkari bersama Polri telah menjadikan donor darah sebagai agenda rutin sejak Januari 2025. Berbagai momentum nasional maupun institusi dimanfaatkan untuk terus berkontribusi membantu masyarakat sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan keluarga besar Polri.

“Sejak Januari 2025 kami secara konsisten mengikuti berbagai kegiatan donor darah, mulai dari Hari Bhayangkara ke-79, Hari Kemerdekaan RI, HUT Kesatuan Gerak Bhayangkari, HUT Polair hingga sekarang menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Ini menjadi bagian dari komitmen pengabdian kami kepada masyarakat,” katanya.

Heny menilai setiap kantong darah yang disumbangkan memiliki nilai kemanusiaan yang besar. Di tengah tingginya kebutuhan darah di fasilitas kesehatan, partisipasi anggota Polri dan Bhayangkari diharapkan mampu membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah.

Ia juga mengajak seluruh personel menjadikan donor darah sebagai kebiasaan positif yang memberikan manfaat ganda, yakni membantu menyelamatkan nyawa orang lain sekaligus memastikan kondisi kesehatan diri sendiri tetap terpantau.

“Setetes darah yang kita berikan mungkin terlihat kecil, tetapi bagi pasien yang membutuhkan, itu bisa menjadi harapan untuk melanjutkan hidup. Semakin banyak yang berdonor, semakin besar pula kesempatan kita menyelamatkan sesama,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, semangat Hari Bhayangkara ke-80 di Lombok Utara tidak hanya diwujudkan dalam pengabdian menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kesehatan serta aksi nyata kemanusiaan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat luas.(Niss)

Exit mobile version