SUMBAWA BARAT, SIAR POST – Besarnya anggaran pembangunan Pariwisata Kerakyatan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) senilai Rp13.391.870.442,49 mulai menjadi perhatian publik. Rincian anggaran yang beredar di masyarakat memuat puluhan paket pekerjaan dengan nilai mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah, sehingga memunculkan berbagai pertanyaan mengenai perencanaan, pelaksanaan, hingga manfaat yang akan dirasakan masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Parpora) Kabupaten Sumbawa Barat, H Wahidin, SPd, MM, memberikan penjelasan berdasarkan informasi yang diketahuinya selama menjabat sebagai Plh sejak 1 Mei hingga 30 Juni 2026.
“Saya jawab yang saya ketahui selama menjadi Plh. Untuk data yang lebih lengkap, PPK-nya adalah Sekretaris Dinas Parpora,” ujarnya.
Menurut Wahidin, seluruh paket pekerjaan tersebut merupakan proyek Tahun Anggaran 2026 dengan target penyelesaian hingga 31 Desember 2026.
Ia menjelaskan, saat ini proses pembangunan masih berada pada tahapan pengadaan.
“Setahu saya sekarang masih proses tender. Sudah ada pemenangnya, tetapi belum diumumkan. Kalau nanti sudah diumumkan, pencairan anggaran dilakukan sesuai progres pekerjaan di lapangan,” jelasnya.
Ia menambahkan, jasa pengawasan proyek juga telah ditenderkan. “Kalau pengawasnya, kemungkinan akhir bulan depan sudah mulai ada pembayaran karena pengawas juga sudah ditender. Saya kira dalam satu bulan ke depan sudah mulai terlihat realisasi pekerjaan meskipun persentasenya masih kecil,” katanya.
Publik Soroti Nilai Anggaran Hingga Miliaran Rupiah
Dokumen anggaran yang beredar menunjukkan sejumlah paket pekerjaan dengan nilai fantastis.
Beberapa di antaranya adalah:
Pembangunan Jalur Tracking Wisata Kerakyatan 1 sebesar Rp5.075.620.000.
Pembangunan Lapak UMKM Rest Area Tiu Suntuk senilai Rp1.194.202.214,50.
Pembangunan Amphitheater Rest Area Tiu Suntuk sebesar Rp904.542.707,49.
Pembangunan Mushalla Rest Area Tiu Suntuk senilai Rp811.505.737,96.
Pembangunan Loket Wisata Kerakyatan 1 sebesar Rp765.798.173,60.
Pembangunan Jembatan Wisata Kerakyatan 1 Brang Ene mencapai Rp757.111.191,23.
Pembangunan Guest House Community Area Tiu Suntuk sebesar Rp599.999.904.
Pembangunan Jalan Wisata Paket Wisata Kerakyatan 2 Brang Rea senilai Rp497.804.652.
Selain itu terdapat pembangunan restoran, landscape, check point, gate jaga, rest area, septic tank, jalur pendukung wisata hingga berbagai fasilitas lainnya dengan nilai ratusan juta rupiah.
Besarnya anggaran inilah yang memunculkan pertanyaan masyarakat mengenai efektivitas penggunaan APBD serta kualitas pembangunan yang nantinya dihasilkan.
Jalur Tracking Rp5 Miliar Jadi Perhatian
Wahid menjelaskan, paket senilai lebih dari Rp5 miliar tersebut bukan hanya berupa pembangunan jalur jalan.
Menurutnya, pekerjaan mencakup berbagai fasilitas pendukung wisata.
“Model pekerjaannya ada pengurukan, pengecoran beton, pembangunan spot foto, tempat istirahat, tempat makan, termasuk fasilitas pendukung lainnya. Setahu saya gate dan tempat pembelian tiket juga masuk dalam kawasan tersebut,” jelasnya.
Namun ia menegaskan bahwa titik maupun jalur pembangunan nantinya akan dipastikan kembali bersama pengawas proyek.
“Kalau setelah dicek di lapangan ternyata tidak sesuai rencana, tentu ada kemungkinan dilakukan penyesuaian lokasi,” katanya.
Lapak UMKM Rp1,1 Miliar Disiapkan untuk Warga Lokal
Salah satu paket yang juga menjadi perhatian adalah pembangunan Lapak UMKM dengan anggaran lebih dari Rp1,1 miliar.
Menurut Wahid, anggaran tersebut bukan hanya untuk bangunan kios semata.
“Di dalamnya ada rest area, toilet umum, mushala, tempat makan dan fasilitas lainnya. Semua sudah ada gambar teknis dan satuan harga sesuai SSH,” jelasnya.
Ia mengatakan, setelah pembangunan selesai, lapak tersebut akan diprioritaskan untuk masyarakat lokal.
“Kalau UMKM belum kita lelang karena bangunannya harus selesai dulu. Nanti tentu masyarakat lokal yang akan diprioritaskan memanfaatkannya,” ujarnya.
