SEKOTONG, SIAR POST — Dedikasi puluhan tahun yang diukir oleh H. Astar, seorang guru yang mengabdikan dirinya di daerah terpencil Dusun Blongas, Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, kini dibayangi rasa cemas. Rumahnya baru saja menyasar aksi Pencurian dengan Pemberatan (Curat).
Di tengah rasa trauma dan hilangnya rasa aman, H. Astar mengetuk pintu hati aparat penegak hukum. Ia meminta keseriusan penuh dari Polda NTB dan Polres Lombok Barat (Lobar) untuk segera mengungkap kasus yang menimpanya beberapa hari lalu.
Bagi H. Astar, pengungkapan kasus ini bukan sekadar soal pengembalian materi, melainkan tentang marwah keamanan bagi para pejuang pendidikan di garis depan. Ia pun berharap keberhasilan polisi meringkus pelaku dapat menjadi kado spesial pada Hari Bhayangkara ke-80.
“Kami memohon agar kasus ini menjadi atensi langsung dari Bapak Kapolda NTB. Ini demi keamanan dan keselamatan kami, guru SD di daerah terpencil yang telah menyerahkan hidup berpuluh-puluh tahun demi mendidik generasi penerus bangsa,” ungkapnya penuh harap.
Aksi pembobolan tersebut membuat korban kehilangan sejumlah aset berharga, dokumen penting, hingga pakaian adat. Berikut adalah rincian kerugian yang dialami H. Astar:
Kendaraan & Dokumen:
1 Unit Sepeda Motor Honda Vario 160 beserta STNK.
1 Buah BPKB Mobil Daihatsu Ayla.
1 Buah BPKB Motor Honda Scoopy.
1 Buah BPKB Motor Honda Beat.
1 Buah BPKB Motor Yamaha Vixion.
Kunci motor Vario warna hitam.
Beberapa potong pakaian, termasuk kain songket tradisional dan barang berharga lainnya
STNK atas nama lipurni sempat dibawa pencuri kemudian terjatuh di jalan dan di temukan oleh salah satu mahasiswa KKN dan sudah diserahkan kembali kepada pemilik.
Sebagai seorang guru yang bertugas di wilayah pedalaman, jaminan keamanan adalah modal utama untuk tetap fokus mencerdaskan anak-anak bangsa.
H. Astar dan keluarga kini hanya bisa berharap, profesionalisme Polri di usia yang ke-80 ini mampu memberikan keadilan dan mengembalikan rasa aman yang sempat dirampas oleh para pelaku kejahatan. (Red)
