MATARAM, SIAR POST – Jika selama ini istilah hidden tour identik dengan pencarian destinasi wisata tersembunyi atau hidden gem, maka pengalaman berbeda justru ditawarkan di pesisir Pantai Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.
Di kawasan ini, Hidden Tour Sekolah Pesisi Juang mengajak masyarakat menyaksikan sisi lain kehidupan pesisir, bukan sekadar panorama laut, melainkan perjuangan anak-anak nelayan meraih hak atas pendidikan.
Perjalanan ini membawa pengunjung memasuki gang-gang sempit perkampungan nelayan hingga tiba di Sekolah Pesisi Juang, sebuah sekolah alternatif yang lahir pada 2020 dari inisiatif para pemuda setempat di tengah pandemi COVID-19.
Sekolah ini hadir sebagai ruang belajar gratis bagi anak-anak pesisir yang menghadapi berbagai keterbatasan akses pendidikan.
Berbeda dengan wisata pada umumnya yang menawarkan keindahan alam sebagai daya tarik utama, Hidden Tour Sekolah Pesisi Juang justru memperlihatkan realitas kehidupan masyarakat pesisir.
Di balik deburan ombak Pantai Bintaro, tersimpan kisah anak-anak yang harus membantu orang tua melaut sebelum belajar, buku-buku yang mulai lapuk akibat udara laut, hingga keterbatasan fasilitas pendidikan yang masih menjadi tantangan sehari-hari.
Melalui konsep ini, pengunjung diajak memahami bahwa kehidupan masyarakat pesisir bukan hanya tentang laut dan perahu, tetapi juga tentang perjuangan membangun masa depan melalui pendidikan.
Tidak hanya menjadi tempat belajar membaca, menulis, dan berhitung, Sekolah Pesisi Juang juga mengembangkan pendidikan berbasis lingkungan.
Para relawan, yang didominasi mahasiswi dari berbagai perguruan tinggi, aktif mendampingi anak-anak dalam kegiatan mengaji, kelas mendongeng, edukasi lingkungan, hingga aksi membersihkan sampah plastik di sepanjang pantai.
Pendekatan tersebut mengajarkan anak-anak untuk mencintai laut sebagai sumber kehidupan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan pesisir.
Pendidikan dan kepedulian terhadap alam dibangun secara bersamaan agar generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang peduli terhadap masa depan kampung halamannya.
Hidden Tour Sekolah Pesisi Juang juga menjadi ruang refleksi bagi para pengunjung. Wisata ini tidak menawarkan kemewahan ataupun fasilitas hiburan, melainkan pengalaman menyaksikan secara langsung semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan perjuangan masyarakat akar rumput dalam menghadirkan pendidikan bagi anak-anak pesisir.
Di tengah berbagai keterbatasan, Sekolah Pesisi Juang menjadi simbol bahwa harapan selalu dapat tumbuh. Dari sebuah ruang belajar sederhana di tepi Pantai Bintaro, lahir optimisme bahwa pendidikan mampu menjadi jalan bagi anak-anak nelayan untuk mengubah masa depan mereka.
Hidden Tour ini membuktikan bahwa perjalanan terbaik bukan hanya tentang menemukan tempat yang indah, tetapi juga menemukan nilai-nilai kemanusiaan yang selama ini mungkin tersembunyi dari pandangan banyak orang. (RED)
