Kontingen Membengkak, Dikbudpora Pastikan Kebutuhan Atlet Lombok Utara untuk Porprov Tetap Terpenuhi

Lombok Utara,SIARPOST – Di balik persiapan keberangkatan kontingen Kabupaten Lombok Utara menuju ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB, Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dikbudpora) Lombok Utara harus menghadapi tantangan besar akibat membengkaknya jumlah atlet dan ofisial. Meski demikian, kebutuhan utama para atlet dipastikan telah terpenuhi sehingga tidak lagi terkendala menjelang keberangkatan.

Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dikbudpora Kabupaten Lombok Utara, Murahadi, S.Pd, mengatakan seluruh kebutuhan prioritas seperti uang saku dan akomodasi kini sudah dalam kondisi aman. Fokus pemerintah daerah adalah memastikan para atlet dapat bertanding tanpa dibebani persoalan teknis maupun administrasi.

“Untuk sementara sudah tidak terkendala. Yang sekarang ini sudah aman total,” ujar Murahadi,Jumat 10/07/2026

Menurutnya, tantangan terbesar muncul setelah jumlah kontingen mengalami lonjakan cukup signifikan. Awalnya, jumlah atlet diperkirakan hanya sekitar 180 orang. Namun, setelah petunjuk teknis (juknis) dari masing-masing cabang olahraga diterbitkan, kebutuhan atlet dan ofisial meningkat drastis.

“Total atlet menjadi 255 orang. Kalau ditambah ofisial, seluruh rombongan yang berangkat mencapai 303 orang. Jadi ada penambahan sekitar 80 orang dari perencanaan awal,” jelasnya.

Lonjakan tersebut berdampak langsung terhadap berbagai komponen pembiayaan, mulai dari hotel, konsumsi, uang saku hingga perlengkapan atlet.

Murahadi mencontohkan beberapa cabang olahraga mengalami perubahan jumlah personel sesuai ketentuan terbaru. Cabang drum band misalnya, yang semula diperkirakan hanya membutuhkan 11 orang, akhirnya harus memberangkatkan 22 orang. Begitu pula cabang futsal dan olahraga beregu lainnya yang membutuhkan tambahan pemain cadangan.

“Kondisi itu otomatis membuat kebutuhan anggaran ikut bertambah di berbagai sektor,” katanya.

Selain akomodasi dan konsumsi, penambahan jumlah peserta juga memengaruhi pengadaan perlengkapan kontingen, termasuk tas dan sepatu yang sempat menjadi perhatian publik.

Menanggapi isu mengenai kualitas tas kontingen yang sempat ramai diperbincangkan, Murahadi menjelaskan bahwa pengadaan dilakukan berdasarkan pagu anggaran yang telah ditetapkan sejak awal.

“Anggaran untuk satu tas memang sekitar Rp100 ribu per unit. Pengadaan dilakukan sesuai kemampuan anggaran dan kualitas yang disesuaikan dengan nilai yang dibayarkan,” terangnya.

Ia menegaskan, perubahan jumlah atlet yang cukup besar membuat kebutuhan perlengkapan ikut meningkat di luar perencanaan awal. Karena itu, sejumlah penyesuaian harus dilakukan agar seluruh atlet tetap memperoleh fasilitas yang layak.

Murahadi juga mengungkapkan bahwa penyusunan anggaran sejak awal mengacu pada estimasi jumlah peserta yang lebih sedikit. Bahkan sebagian anggaran harus dibagi dengan agenda olahraga lainnya sehingga ruang pembiayaan menjadi terbatas.

Akibat perubahan tersebut, sejumlah kebutuhan operasional mengalami kenaikan. Misalnya biaya hotel yang semula dirancang sekitar Rp190 juta, kini meningkat menjadi sekitar Rp265 juta mengikuti jumlah kontingen yang bertambah.

Meski menghadapi berbagai tantangan, Dikbudpora memastikan pelayanan terhadap atlet tetap menjadi prioritas utama. Seluruh upaya dilakukan agar para atlet dapat fokus berlaga dan membawa prestasi bagi Kabupaten Lombok Utara pada ajang Porprov NTB.

“Kami berupaya semaksimal mungkin agar kebutuhan atlet menjadi prioritas. Harapan kami, seluruh kontingen bisa bertanding dengan tenang dan memberikan hasil terbaik untuk Lombok Utara,” tutup Murahadi.(Niss)

Exit mobile version