Lombok Utara,SIARPOST – Di tengah tekanan kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, Kabupaten Lombok Utara justru mencatat sederet capaian pembangunan yang dinilai menjadi modal penting untuk terus mempercepat kemajuan daerah. Penurunan angka kemiskinan, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), hingga menurunnya angka stunting menjadi indikator yang disebut terus bergerak ke arah positif.
Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa angka kemiskinan di Lombok Utara kini telah turun menjadi 20,23 persen, jauh lebih rendah dibandingkan saat kabupaten itu berdiri, yang kala itu berada di kisaran 43 persen.
Menurutnya, penurunan lebih dari 20 persen tersebut bukanlah hasil kerja satu pihak, melainkan buah dari kolaborasi seluruh elemen daerah.
“Kalau kita lihat, angka kemiskinan ini terus menurun. Sekarang sudah berada di angka 20,23 persen, dari sekitar 43 persen saat Lombok Utara berdiri. Artinya, kita sudah berhasil menurunkan lebih dari 20 persen. Ini berkat kerja sama semua pihak, mulai dari DPRD, pemerintah daerah, hingga seluruh masyarakat Kabupaten Lombok Utara,” ujar Najmul,Senin 20/7/2026
Tak hanya itu, Bupati Najmul juga menyebut kualitas pembangunan manusia di Lombok Utara terus mengalami peningkatan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menunjukkan tren positif, sementara prevalensi stunting juga terus ditekan.
Ia optimistis apabila capaian tersebut dapat dipertahankan secara konsisten, Lombok Utara akan mampu berdiri sejajar dengan daerah-daerah lain yang lebih maju dalam beberapa tahun ke depan.
“Alhamdulillah, IPM meningkat, angka stunting juga menurun. Mudah-mudahan capaian ini bisa terus kita jaga secara istiqamah, sehingga dalam dua sampai tiga tahun ke depan Lombok Utara bisa berdiri sejajar dengan kabupaten-kabupaten lain di Indonesia,” katanya.
Meski demikian, Bupati Najmul mengakui masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Tantangan terbesar saat ini adalah keterbatasan fiskal akibat kebijakan pemotongan anggaran dari pemerintah pusat.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan pembangunan melambat. Pemerintah daerah justru dituntut mencari berbagai terobosan agar program prioritas tetap berjalan.
“Persoalan kita sekarang memang anggaran. Ada kebijakan pusat yang menyebabkan anggaran dipotong dan itu tidak bisa kita hindari. Yang bisa kita lakukan adalah berinovasi, mencari jalan keluar, termasuk melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) serta berbagai langkah strategis lainnya agar pembangunan tetap stabil,” jelasnya.
Untuk memastikan penggunaan anggaran yang semakin terbatas tetap memberikan hasil maksimal, Bupati juga telah mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar lebih disiplin dalam menyusun Anggaran Perubahan Tahun 2026.
Ia menegaskan setiap rupiah anggaran harus digunakan secara tepat sasaran, efektif, efisien, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami terus memberikan arahan kepada seluruh OPD agar pemanfaatan anggaran dilakukan secara efektif, efisien, dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan,” tegas Najmul.
Dengan kondisi fiskal yang semakin menantang, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara kini berpacu menjaga momentum pembangunan. Bagi Najmul, mempertahankan tren penurunan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat menjadi target utama, meski ruang gerak anggaran semakin sempit.(Niss)
