DENPASAR BALI, SIAR POST – Sebuah siaran langsung (live) di media sosial Facebook dari akun @Wanda Mevi Talia menjadi perhatian warganet. Dalam tayangan tersebut, seorang warga asal Taliwang bernama Mey, yang kini menetap di Bali, menceritakan kondisi sejumlah anak dari Panti Asuhan Baitul Jannah yang telah hampir satu bulan tinggal di rumah kos miliknya selama menjalani pengobatan di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah (RS Sanglah), Denpasar.
Mey menjelaskan bahwa awalnya ia memang membuka pintu bagi sesama warga Taliwang yang datang ke Bali dan membutuhkan tempat tinggal sementara.
Bahkan, ia mengaku siap memberikan tempat menginap secara gratis selama sekitar satu minggu bagi warga yang memiliki keperluan mendesak di Pulau Dewata.
Namun, kondisi yang dihadapinya kali ini berbeda. Anak-anak dari Panti Asuhan Baitul Jannah datang ke Bali untuk menjalani pengobatan. Karena jumlah rombongan mencapai enam hingga tujuh orang, mereka kesulitan mendapatkan tempat tinggal yang layak dan selama ini harus menginap di hotel.
Merasa iba, Mey kemudian menawarkan agar mereka tinggal di rumah kos miliknya tanpa dipungut biaya.
Menurut pengakuannya, hingga kini sudah hampir satu bulan anak-anak tersebut menetap di kos miliknya. Tiga anak masih menjalani pengobatan rutin di RS Sanglah, termasuk seorang anak yang mengalami kondisi serius hingga tidak bisa bangun dari tempat tidur, sementara dua lainnya disebut memiliki gangguan mental yang juga memerlukan penanganan medis.
Selain anak-anak tersebut, terdapat pula pengurus panti dan anak dari pemilik panti yang ikut mendampingi selama proses pengobatan di Bali.
Dalam siaran langsungnya, Mey menegaskan bahwa dirinya tidak pernah merasa keberatan memberikan tempat tinggal.
Bahkan selama mereka berada di kos, ia turut membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti makanan, susu, hingga popok (pampers) bagi anak-anak yang membutuhkan.
Namun, ia mengaku mulai khawatir karena proses pengobatan berlangsung cukup lama, sementara kebutuhan hidup terus berjalan dan biaya semakin besar.
Mey mengatakan bahwa tujuan dirinya melakukan siaran langsung bukan untuk mengeluh atas bantuan yang telah diberikan, melainkan berharap ada perhatian dari pemerintah daerah, Dinas Sosial, maupun para dermawan agar turut membantu meringankan beban Panti Asuhan Baitul Jannah.
Ia juga mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi dari pengelola panti, pihak yayasan masih berupaya mencari bantuan, termasuk berencana menemui Bupati Kabupaten Sumbawa Barat. Namun hingga saat ia menyampaikan siaran langsung tersebut, bantuan yang diharapkan disebut belum juga terealisasi.
Di sisi lain, dalam kolom komentar siaran langsung itu sempat muncul pertanyaan dari warganet mengenai alasan salah satu anak dibawa berobat ke Bali, padahal menurut komentar tersebut pengobatan bisa dilakukan di Taliwang.
Menanggapi hal itu, Mey mengaku tidak mengetahui alasan medis maupun keputusan rujukan tersebut karena dirinya hanya membantu menyediakan tempat tinggal bagi rombongan panti selama berada di Bali.
