DENPASAR, SIAR POST – Dinas Sosial Kota Denpasar bergerak cepat menindaklanjuti viralnya informasi mengenai anak-anak panti asuhan asal Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang berada di Denpasar, Bali.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Denpasar, Agung Diah, mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat untuk memastikan kondisi sebenarnya sekaligus memberikan perlindungan kepada anak-anak tersebut.
“Hasil koordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat, kami langsung melakukan pengecekan ke lokasi karena kejadian berada di wilayah Kota Denpasar,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Menurut Agung, fokus utama Dinas Sosial bukan mencari siapa yang benar atau salah, melainkan memastikan perlindungan sosial bagi anak-anak yang masih di bawah umur.
Sebagai langkah awal, Dinas Sosial Kota Denpasar akan menyalurkan bantuan kebutuhan serta makanan selama tiga hingga enam hari. Bantuan juga datang dari aparat desa setempat yang turut memberikan kebutuhan kepada anak-anak tersebut.
“Kami mengantisipasi kebutuhan dasar mereka. Kalau masih ada kebutuhan lanjutan, kami siap berkoordinasi kembali agar dapat dicarikan solusi bersama,” katanya.
Selain bantuan logistik, Dinas Sosial Kota Denpasar juga membuka opsi pemindahan sementara ke rumah aman bagi anak-anak yang sedang menjalani rawat jalan di Rumah Sakit Sanglah.
Namun demikian, pemindahan tersebut masih akan dikoordinasikan lebih lanjut bersama Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat dan pihak panti asuhan agar sesuai dengan kebutuhan anak-anak.
“Kalau memang diperlukan, kemungkinan yang dipindahkan hanya anak yang sedang menjalani pengobatan beserta pendampingnya. Rumah aman memang diperuntukkan bagi pasien rawat jalan agar lebih dekat dengan rumah sakit,” jelas Agung.
Sementara itu, Pekerja Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat, Zakaria, mengatakan pihaknya juga hadir langsung ke Denpasar sebagai bentuk perlindungan terhadap anak-anak yang menjadi sorotan publik.
Menurutnya, yang menjadi perhatian utama adalah menjaga keamanan dan hak anak, mengingat mereka merupakan anak di bawah umur yang videonya telah tersebar luas di media sosial.
Di sisi lain, Zakaria menegaskan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat selama ini telah memberikan berbagai bentuk bantuan kepada anak-anak di panti asuhan melalui Program KSB Maju Sosial.
